Di Balik Pembatalan Pelantikan Direksi Garuda
Rabu, 04 Agu 2004 15:06 WIB
Jakarta - Pelantikan direksi PT Garuda Indonesia yang semula dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (4/8/2004), dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Tak ada penjelasan resmi dari kantor Menteri Negara BUMN mengenai pembatalan tersebut. Beredar kabar, pembatalan itu akibat beberapa calon direksi menolak.Sedianya, acara pelantikan itu diselenggarakan pukul 11.00 WIB di kantor Kementerian Negara BUMN, Jakarta. Namun hingga waktu yang ditentukan, acara pelantikan yang rencananya dipimpin langsung Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi tidak terlaksana.Diduga kuat, penundaan itu karena sejumlah calon direksi menolak, termasuk anggota Dewan Komisaris Garuda Gunarni Soeworo. Gunarni disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk posisi direktur utama (dirut) menggantikan Indra Setiawan.Versi lain menyebut penundaan itu terjadi karena masih ada tarik menarik mengenai siapa yang bakal menduduki posisi nomor satu di Garuda. Harap maklum, sebelumnya nama Samudera Sukardi, kakak kandung Laksamana Sukardi, sudah ramai diberitakan bakal menduduki jabatan dirut Garuda.Namun belakangan muncul nama Gunarni. Menurut sejumlah kalangan BUMN dan DPR, Gunarni merupakan figur yang tepat untuk membenahi keuangan Garuda yang tengah morat-marit. Pasalnya, Gunarni yang kini juga menduduki posisi komisaris Bank Niaga merupakan mantan ketua Perhimpunan Bank-bank Swasta Nasional (Perbanas). Makanya, ia dinilai kompeten untuk mengurus restrukturisasi utang Garuda.Sedangkan Samudera sendiri konon bakal diplot menjadi wakil dirut. Ia dipercaya bisa membenahi internal organisasi Garuda, mengingat posisinya saat ini selaku dirut PT Abacus Indonesia, anak perusahaan Garuda yang bergerak di reservasi dan distribusi tiket.Namun masalahnya belum selesai sampai di situ. Gunarni kabarnya juga mendapat penolakan dari internal Garuda. Penyebabnya, karena Gunarni belum mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh DPR. Justru Samudera Sukardi yang sudah mengikuti tes tersebut. Selain posisi dirut, kabarnya sejumlah direksi Garuda juga akan mengalami perubahan. Handrito Hardjono yang saat ini menjabat Kepala Manajemen Aset Garuda kabarnya bakal menduduki posisi Direktur Keuangan.Kepala Dinas Personalia Daan Ahmad dipromosikan menjadi Direktur Strategis dan Umum. Seorang pejabat Bank Danamon konon akan mengisi pos Direktur Niaga menggantikan Bachrul Hakim. Sedangkan jabatan Direktur Operasi dan Direktur Teknik tetap akan dijabat Ronggo Kariawan dan Richard BS.Pemerintah Diminta TransparanSementara itu, Komisi V DPR RI mendesak pemerintah untuk segera mengumumkan pergantian direksi Garuda secara terbuka. Hal itu untuk mencegah munculnya kecurigaan terjadinya praktek kolusi. "Kantor Menneg BUMN harus tegas mengambil keputusan dan memberitahu masyarakat soal pengambilan keputusan tersebut," kata anggota Komisi V DPR, Benny Pasaribu, Rabu (4/8/2004).Benny menegaskan, tidak transparannya pengumuman direksi Garuda telah memicu kecurigaan masyarakat bahwa masalah ini sudah dipolitisir. Soal pemilihan Samudera Sukardi, menurut Benny, tak ada masalah sepanjang yang bersangkutan profesional dan mengikuti fit and proper test. "Kalau memang dia yang terbaik, kenapa harus dihalang-halangi," katanya.Lebih lanjut, mantan deputi Menneg BUMN ini meminta pelantikan agar dirut Garuda jangan sampai tertunda lagi, karena kondisi Garuda saat ini sudah mengkhawatirkan, terutama kondisi keuangannya.
(ani/)











































