"Bapak punya perhatian besar, dengan memberi foto copy artikel ekonomi dalam amplop cokelat ke beberapa mahasiswa. Salah satunya saya," ucapnya saat ditemui usai persiapan upacara perseyaman di kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (9/3/2012).
Ia menjelaskan, pertemuan setelahnya Widjojo Nitisastro dengan Armida pada April 1997. Saat itu Armida masih berprofesi sebagai Dosen di Universitas Padjajaran. Dalam pertemuan tersebut, Widjojo mengingatkan Armida akan potensi krisis yang akan dialami Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Januari 2010 menjadi pertemuan Armida dan Widjojo, saat Widjojo meluncurkan buku di Dharmawangsa. "Sayang setelah itu saya tidak bertemu dengan bapak, karena bapak kan sakit selama dua tahun," tuturnya.
Widjojo, pria kelahiran 23 September 1927, adalah mantan menteri yang dikenal sebagai arsitek utama perekonomian orde baru. Ia sempat diangkat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional periode 1971-1973 dan Menko Ekuin sekaligus merangkap sebagai Ketua Bappenas pada periode 1973-1978 dan 1978-1983.
(wep/dnl)










































