"Pendidikan SDM adalah salah satu strategi utama untuk bisa siapkan sumber daya utama untuk bisa memberikan yang terbaik untuk konstitusi," paparnya dalam sambutan acara Pelantikan Pejabat Eselon II Kemenkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/3/2012).
Agus ingin adanya peningkatan kualitas pendidikan sumber daya manusia (SDM) Kementerian Keuangan, terutama Direktorat Jenderal Pajak. Hal ini agar kasus-kasus sejenis penggelapan pajak tidak lagi terulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tugas yang cukup berat dalam mendidik pegawai Kemenkeu adalah di Ditjen Pajak. Pasalnya, selain dari sisi jumlah pegawai yang besar, tetapi juga kompleksnya tanggung jawab.
"Akhir-akhir ini reformasi diganggu oleh temuan oknum-oknum di Kemenkeu terutama di Pajak, yang mencemarkan nama baik kita. Reformasi tidak bisa dicapai tanpa penghayatan yang baik, mesti keluarkan suatu ekstra. Bukan hanya di badan pendidikan tapi juga pengajar-pengajar," ujarnya.
"Agar insan-insan khususnya Pajak, betul-betul merasakan manfaat dan untuk sistem perpajakan yang lebih baik ke depan," tambahnya.
Agus Marto mengharapkan dengan adanya peningkatan pendidikan maka kompetensi pegawai Pajak bisa lebih baik terutama sektor pemeriksaan, penelaahan, dan penagihan yang akan berdampak signifikan pada penerimaan negara dari sketor pajak.
"Komponen pajak merupakan yang dominan dalam membiayai anggaran," tandasnya.
Sebagai informasi, dua pejabat eselon II Kemenkeu yang dilantik hari ini adalah Dr. Andin Hadiyanto, SE, MA sebagai Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal dam Ir. Imam Arifin, MA sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).
(nia/dnl)










































