Harga Steak, Bakso, dan Sosis di Jakarta Bakal Naik

Harga Steak, Bakso, dan Sosis di Jakarta Bakal Naik

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 09 Mar 2012 19:15 WIB
Harga Steak, Bakso, dan Sosis di Jakarta Bakal Naik
Jakarta - Harga daging sapi di Jakarta saat ini mengalami kenaikan sampai 25%. Ini bakal membuat harga steak, bakso, dan sosis naik. Apa penyebabnya?

Ketua Umum Komite Daging Sapi se-Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kenaikan ini akibat pemerintah mengurangi kuota daging sapi impor ke Jakarta sehingga harga daging langka. Harga daging di Jakarta bisa sampai Rp 80 ribu per kg.

Padahal, daging sapi adalah salah satu komponen yang dibutuhkan oleh para pelaku industri seperti restoran, cafΓ©, hotel, dan katering. Bahkan bagi usaha kecil sekalipun seperti bakso dan warteg dan lain lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jakarta itu 100% dagingnya dari luar (impor). Indonesia itu mengimpor daging dari luar 80%, sisanya ya sapi lokal, sekarang kuotanya dikurangi," kata Sarman.

Tak hanya itu, dampak rencana kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) juga akan mempengaruhi kenaikan harga daging. Ditemui di tempat yang sama Wakil Sekertaris Jendral Aptrndo Satria Hamid Ahmadi menuturkan kenaikan harga daging saat ini belum dipicu oleh dampak kenaikan BBM dan TDL.

"BBM naik dan nanti TDL naik, kemungkinan harga naik sekitar 10% sampai 15%, sekarang saja sudah naik 20% sampai 25 %," tukas Satria.

Sarman menambahkan harga Rp 80 ribu per kg ini adalah harga yang tidak lazim, harga yang bisanya muncul pada saat menjelang hari raya Idul Fitri. Dia mengkhawatirkan akan terjadi demo dari kalangan masyarakat atau penjual daging sapi di Indonnesia.

"Sudah hampir Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per kilo, saat ini. Harga yang tidak normal, biasanya kan itu harga menjelang lebaran, tapi saat ini sudah naik. Ini yang perlu kita khawatirkan, tahun yang lalu kan para tukang bakso sudah demo, setelah demo, baru kementerian pertanian membuka keran," tegas Sarman.

Komite ini berharap agar pemerintah khususnya Kementerian Pertanian cepat tanggap menyikapi hal ini dengan membuka kuota daging sapi.

"Apabila tidak bisa mensuplai daging lokal, kajilah dengan baik agar harga-harga ini normal," kata Sarman.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads