Dahlan Iskan akan Buka 'Kantor Cabang' di Myanmar

Dahlan Iskan akan Buka 'Kantor Cabang' di Myanmar

Hardani Tri Yoga - detikFinance
Minggu, 11 Mar 2012 15:36 WIB
Dahlan Iskan akan Buka Kantor Cabang di Myanmar
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebutkan tahun ini pihaknya akan membuka kantor perwakilan di Myanmar. Tujuannya untuk melihat potensi bisnis yang bisa dikembangkan di negara tersebut.

Menurutnya rencana ini dilatarbelakangi kerjasama Indonesia dengan Myanmar. Langkah ini berdasarkan perkembangan ekonomi Myanmar yang bagus saat ini karena berkat jasa Indonesia.

Ia menuturkan ketika kondisi ekonomi Myanmar mengalami kemajuan, diharapkan jangan sampai perusahaan di luar Indonesia yang justru memanfaatkannya. "Myanmar ini kan menjadi baik karena jasa Indonesia. Jasa pemerintahan Bapak Presiden SBY. Nah, tentu jangan kita yang menolong Myanmar, tapi ketika ekonominya bagus nanti yang memanfaatkan justru adalah perusahaan-perusahaan dari luar Indonesia. Oleh karena itu, tahun ini BUMN membuka kantor perwakilan," kata Dahlan saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (11/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Dirut PLN menambahkan dalam praktiknya nanti perwakilan kantor di Myanmar akan diisi oleh hanya tiga orang. Tim ini nanti akan bekerja dengan mengamati potensi bisnis yang ada di Myanmar. Namun, Dahlan belum bisa menjelaskan BUMN di sektor mana yang akan ditugaskan.

"Jadi, bukan empat BUMN yang ekspansi. Tahun ini baru mulai menancapkan kaki di sana dengan perwakilan kantor. Nanti tugasnya mengamati bisnis apa saja, apa saja yang sebaiknya bisa dimasukin BUMN. Misalnya perkebunan atau konstruksi," ujarnya.

Targetnya, kantor perwakilan dengan tim yang sudah ditunjuk itu akan melaporkan kepada Kementerian BUMN dalam waktu enam bulan setelah mengkaji. Laporan itu nanti dibentuk secara lengkap dengan presentasinya. "Mereka akan melaporkan kepada kita. Bisnis apa saja sih yang ada di sana?" tuturnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads