"KKP mendapat alokasi anggaran tambahan sebesar Rp 170 miliar yang terdiri dari tambahan penggunaan PNBP sebesar Rp 1,3 miliar, pembangunan infrastruktur irigasi tersier sebesar Rp 59,3 miliar yang digunakan untuk operasional Jabar banten dalam rangka industrialisasi udang di wilayah Pantura Jawa," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sharif Cicip Sutardjo pada rapat kerja dengan Komisi IV DPR-RI, Senin (12/3/2012)
Sebelumnya, KKP juga telah berkoordinasi dengan Kementerian PU terkait dengan pembiayaan ulang pembangunan saluran primer dan sekunder sebesar 135 ribu hektar sampai tahun 2014, maka output yang akan didapatkan ada 4 poin, yakni :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan nilai tambak yang Rp 5,4 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 11,3 triliun pada 2012, dan Rp 33 triliun pada 2014.
Peningkatan penyerapan tenaga kerja dari 95.500 orang pada 2011 akan menjadi 132.000 pada tahun 2012. dan 275.000 orang pada tahun 2014.
Peningkatan nilai ekspor udang dari Rp 8,4 triliun pada 2011 menjadi Rp 11,72 triliun pd 2012 dan 2014 menjadi Rp 33,8 triliun.
Selain mendapatkan pengalokasian dana, rapat kerja itu pun membahas perihal 'sharing the pain' atau pemotongan anggaran Kementerian dan Lembaga tindak lanjut dari dampak kenaikan BBM. Kemeterian Kelautan rela memotong anggarannya sebesar Rp 249,3 Miliar yang mencakup anggaran belanja pegawai sebesar Rp 18,8 miliar dan Rp 230,5 miliar untuk pembelanjaan barang.
"Pemotongan KKP tahun 2012, sebesar Rp 249,3 miliar yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 18,8 miliar. belanja barang sebesar Rp 230,5 miliar. Meskipun ini sangat berat bagi kami namun dengan senang hati melakukan sharing the pain," katanya.
Pemotongan anggaran Kementerian dan Lembaga ini dilakukan serentak untuk pembentukan dana kompensasi bagi masyarakat miskin dan hampir miskin yang terkena danmpak langsung akibat kenaikan BBM per 1 April 2012.
(zlf/hen)











































