Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis menyatakan tidak setuju dengan rencana pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.
"Boleh ada anggaran yang betul-betul mensejahterakan rakyat, kalau BLT nggak ada hasilnya kok. Saya alergi sama yang namanya BLT," tegas Emir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Dikatakan politisi PDIP ini, BLT tak ampuh menekan angka kemiskinan. Belum lagi pembagian BLT tak rata sehingga hasilnya nol. "Tadi saya bilang, kasih pancingnya, jangan kasih ikannya," jelas Emir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya setuju ada (kompensasi), tetapi bentuknya jangan dalam bentuk lempar-lembar duit," imbuh Emir.
Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikan harga BBM subsidi Rp 1.500 mulai April 2012 menjadi Rp 6.000 per liter. Sebagai kompensasi, pemerintah akan memberikan BLT kepada masyarakat miskin dan nilai yang dikaji adalah Rp 100 ribu atau Rp 150 ribu per bulan selama 9 bulan.
(dnl/hen)











































