"Itu (soal KEN) nanti ya," kata Faisal ketika ditemui di KPU DKI, Budi Kemulyaan, Jakarta, Selasa (13/3/2012).
Faisal hanya memberikan sedikit komentar seputar pencalonan dirinya sebagai DKI-1. "Sekarang masalah ini dulu (Pilkada DKI) Nanti takut bias," tutur Faisal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merombak susunan keanggotaan KEN. Melalui Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2012 tertanggal 2 Maret lalu, SBY menarik Prof. Dr. Didik J. Rachbini sebagai anggota baru KEN.
"Kemudian melepas Faisal H. Basri, H.S. Dillon, dan Sharif C. Sutarjo dari keanggotaan komisi tersebut," demikian dikutip detikFinance dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI, Selasa (13/3/2012).
Sebagaimana diketahui dalam Perpres Nomor 31 Tahun 2012 disebutkan, bahwa tugas KEN adalah melakukan pengkajian terhadap permasalahan perekonomian nasional, perkembangan perekonomian regional dan global, serta menyamaikan saran tindak strategis dalam rangka percepatan pembangunan perekonomian nasional kepada Presiden dan melaksanakan tugas lain dalam lingkup perekonomian yang diberikan Presiden.
(dru/dnl)











































