Demikian disampaikan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong saat membuka pertemuan delegasi pemerintah Singapura dengan RI. Pertemuan berlangsung di ruang Garuda, Istana Bogor, Bogor, Selasa (13/3/2012).
"Kita harus sangat waspada, bukan hanya untuk memperluas hubungan kita tetapi juga perkuat ketahanan. Sehingga kita dapat bekerja sama dan siap terhadap apa pun yang datang," kata PM Loong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Singapura mengharapkan 3 persen pertumbuhan," sambungnya.
Namun dia mengingatkan bahwa krisis yang berlangsung di AS dan Eropa sangat mempengaruhi ekonomi global. Pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia tersebut berpotensi berpengaruh terhadap Asia Tenggara yang sejauh ini mencatatkan pertumbuhan positif.
"Kita sedang dalam era yang berubah cepat. Situasi global yang terganggu akibat krisis di Eropa dan AS, berpotensi mempengaruhi kita di Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Indonesia," ujar Loong.
Pertemuan ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama bidang pendidikan reformasi birokrasi. Mendikbud M Nuh dan Men PAN EE Mangindaan menantangani dokumen kerjasama itu masing-masing bersama Menteri Ehwal Luar merangkap Undang-Undang Singapura, K. Shanmugam.
(lh/dru)











































