Singapura Ajak RI Antisipasi Dampak Krisis Eropa

Singapura Ajak RI Antisipasi Dampak Krisis Eropa

Luhur Hertanto - detikFinance
Selasa, 13 Mar 2012 13:59 WIB
Singapura Ajak RI Antisipasi Dampak Krisis Eropa
Jakarta - Singapura mengajak Indonesia tidak sebatas memperluas hubungan antar dua Negara, namun juga melakukan penguatan. Langkah penguatan tersebut diperlukan sebagai antisipasi terhadap dampak krisis di AS dan Eropa terhadap ekonomi kawasan Asia Tenggara.

Demikian disampaikan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong saat membuka pertemuan delegasi pemerintah Singapura dengan RI. Pertemuan berlangsung di ruang Garuda, Istana Bogor, Bogor, Selasa (13/3/2012).

"Kita harus sangat waspada, bukan hanya untuk memperluas hubungan kita tetapi juga perkuat ketahanan. Sehingga kita dapat bekerja sama dan siap terhadap apa pun yang datang," kata PM Loong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya PM Loong menyatakan kegembiraannya bahwa ekonomi RI dan Singapura terus tumbuh pasca krisis 2009. Dia berharap pertumbuhan sebesar 6,5% di Indonesia meningkat yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Singapura.

"Singapura mengharapkan 3 persen pertumbuhan," sambungnya.

Namun dia mengingatkan bahwa krisis yang berlangsung di AS dan Eropa sangat mempengaruhi ekonomi global. Pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia tersebut berpotensi berpengaruh terhadap Asia Tenggara yang sejauh ini mencatatkan pertumbuhan positif.

"Kita sedang dalam era yang berubah cepat. Situasi global yang terganggu akibat krisis di Eropa dan AS, berpotensi mempengaruhi kita di Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Indonesia," ujar Loong.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama bidang pendidikan reformasi birokrasi. Mendikbud M Nuh dan Men PAN EE Mangindaan menantangani dokumen kerjasama itu masing-masing bersama Menteri Ehwal Luar merangkap Undang-Undang Singapura, K. Shanmugam.

(lh/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads