Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Fuad Rahmany menegaskan selalu kooperatif memberikan berbagai macam data dan terbuka terhadap segala kasus pegawai pajak. Fuad mengatakan reformasi birokrasi di tubuh Ditjen Pajak terus berjalan.
"PPATK lapor analisis ke kita, kemudian diperiksa Bareskrim, mereka menggeledah ke sini. Kita koorperatif memberikan data Alhamdulillah ini bisa terungkap," kata Fuad di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Selasa (13/3/2012).
"Tapi jangan dibilang reformasi birokrasi nggak jalan, ini buat kita bersih-bersih dan penertiban," imbuh Mantan Ketua Bapepam-LK ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ada pula 135 petugas pajak yang dinvestigasi oleh Bareskrim, kita harapkan bisa berimbang," ungkap Fuad.
Lebih jauh Fuad menjelaskan, jika benar Ditjen Pajak dicap tidak baik maka tidak mungkin penerimaan perpajakan bisa mencapai Rp 742 triliun.
"Kalau dibilang jelek kita tidak mungkin memberikan Rp 742 triliun di tahun 2011 dan tax ratio 12,3 persen. Kalau bocornya banyak tidak mungkin masuk Rp 742 triliun," tutur Fuad.
"Jadi masyarakat jangan bersedih, Ditjen Pajak bukannya tidak melakukan dengan benar. Saya jamin itu," tegas Fuad kembali.
(dru/hen)










































