Kwik: Perekonomian di Era Megawati Belum Membaik
Kamis, 05 Agu 2004 11:08 WIB
Jakarta -
Statusnya sebagai anggota kabinet tak menghalangi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie untuk melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintah. Menurut Kwik, kondisi perekonomian selama masa pemerintahan Megawati belum menunjukkan perbaikan.Kwik juga mengaku heran atas pernyataan tim ekonomi pemerintah yang menyebut indikator-indikator makro ekonomi sudah baik. "Saya tidak bisa mengerti kalau tim ekonomi pemerintah kita mengatakan indikator-indikator ekonomi makro bagus, sehingga prestasi ekonomi hebat," kata Kwik saat ditemui di gedung Bappenas, Jl. Taman Suropati, Jakarta Pusat, Kamis (5/8/2004).Mengenai pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang menyebut tekanan inflasi tahun 2004 diperkirakan mencapai 7,2 persen, Kwik mengakui, tahun ini tekanan inflasi memang cukup besar. Namun menurut dia, sebenarnya inflasi yang tinggi tidak selalu buruk.Menteri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini menjelaskan, angka inflasi 7 persen masih cukup rendah jika dibandingkan inflasi tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 12-14 persen. "Inflasi yang rendah belum tentu baik, karena itu berarti tidak ada kekayaan ekonomi," tuturnya.Menurut Kwik, justru jika perekonomian sedang sangat bergairah dan pertumbuhannya sangat tinggi, umumnya angka inflasi justru meningkat. "Dan itu tidak apa-apa jika pendapatannya lebih besar dari inflasi. Itu namanya pendapatan riilnya bertambah," papar dia.Namun demikian, ditambahkan Kwik, kondisi buruk terjadi jika angka inflasi rendah, sementara pendapatan masyarakat, misalnya dari deposito, lebih rendah dari inflasi, maka dampaknya akan membuat banyak modal lari ke luar negeri.
(ani/)










































