Mentan 'Pecut' Bulog Lebih Banyak Serap Beras Petani

Mentan 'Pecut' Bulog Lebih Banyak Serap Beras Petani

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 14 Mar 2012 10:47 WIB
Mentan Pecut Bulog Lebih Banyak Serap Beras Petani
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono berkali-kali mengingatkan agar Perum Bulog memaksimalkan penyerapan atau pengadaan beras dari petani lokal daripada beras impor. Dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru dan produksi yang bagus, tak ada alasan lagi bagi Bulog rendah menyerap beras petani.

Suswono menuturkan efek dari panen raya saat ini beberapa daerah harga gabah kering panen (GKP) ditingkay petani sudah mulai turun. Ia mencontohkan di Jawa Timur sudah ada yang menyentuh harga Rp 3100.

"GKP yang di-Inpres baru kan Rp 3.300, artinya sudah di bawah, ini kesempatan bagi Bulog untuk menyerap, di Lampung, Sulawesi Tengah sudah di bawah HPP," katanya usai rakor di kantor menko perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (14/3/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya panen raya, diperkirakan akan samapai pertengahan April masih cukup tunggu. Dari target produksi 70 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) di 2012, saat ini panen raya sudah mampu mencapai 60% dari target.

"Sekali saya tegaskan ini kesempatan bagi Bulog untuk bisa menyerap dari dalam negeri seoptimal mungkin, tadi dalam rapat menteri BUMN sudah menekankan kepada Bulog tentang hal itu. Bulog membentuk anak perusahaan dalam kaitanya menyerap gabah dan beras petani," katanya.

Suswono menambahkan pihak Bulog berjanji akan menyerap sampai 4 juta ton beras petani tahun ini. Sekedar mengingatkan pada tahun lalu Bulog hanya menyerap beras dari dalam negeri 1,8 juta ton sementara impor jumlahnya mencapai 1,9 juta ton.

"Kita harapkan bisa terserap dari dalam negeri, produksi tahun ini kelihatanya bagus, target kita akan naik 3,2%, mudah-mudahan diatas itu. Dengan iklim normal relatif gabah lebih baik kualitasnya, tentunya memenuhi syarat diserap Bulog," katanya.

Selama ini daerah 'lumbung' beras yang menjadi penyumbang utama adalah 7 provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulsel, Sumsel, Banten dan Lampung.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads