Bersaing dengan Hillary Clinton, Sri Mulyani 'Didukung' 2 Petinggi Bank Dunia

Bersaing dengan Hillary Clinton, Sri Mulyani 'Didukung' 2 Petinggi Bank Dunia

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 15 Mar 2012 17:35 WIB
Bersaing dengan Hillary Clinton, Sri Mulyani Didukung 2 Petinggi Bank Dunia
Jakarta -

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani belakangan disebut-sebut bisa menjadi Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang mundur 30 Juni 2012 nanti. Sri Mulyani bisa bersaing dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Kabarnya, 2 anggota dewan direktur Bank Dunia siap memberikan dukungan jika Sri Mulyani dicalonkan menjadi Presiden Bank Dunia.

"Sebenarnya sih ada 1 sampai 2 board of director yang mendekati. Mereka bilang SMI (Sri Mulyani) cocok menjadi Presiden," jelas seorang sumber di Bank Dunia belum lama ini yang dikutip, Kamis (15/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini Hillary Clinton juga santer dikabarkan bakal menjadi calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang mundur 30 Juni 2012 nanti. AS masih ingin mendominasi posisi Presiden Bank Dunia.

"Hillary Clinton menginginkan pekerjaan itu," ungkap seorang sumber dekat Hillary dikutip dari Reuters.

Berbagai nama termasuk Sri Mulyani dan Hillary Clinton muncul dan disebut-sebut bisa jadi calon kuat Presiden Bank Dunia. Ada lagi nama-nama kuat yang muncul seperti Bill Clinton, dan Jeffrey Sachs.

Di Guardian.co.uk, Kamis (15/3/2012), tiba-tiba mantan presiden AS Bill Clinton masuk ke dalam bursa calon pengganti Presiden Bank Dunia Robert Zoellick yang akan mundur pada 30 Juni 2012.

Sebelumnya sang istri yaitu Hillary Clinton juga disebut sebagai calon kuat dari AS. Namun Menlu AS ini belum jelas apakah akan maju atau tidak.

Memang sejak 1944, posisi Presiden Bank Dunia selalu ditempati oleh orang asal AS. Saat ini AS juga nampaknya belum 'rela' untuk melepaskan dominasinya di pucuk pimpinan Bank Dunia.

Di luar AS, banyak negara yang juga sudah kasak kusuk untuk menunjuk calonnya. Seperti China yang menunjuk senior ekonomnya Justin Yifu Lin untuk dicalonkan menjadi Presiden Bank Dunia, lalu ada juga menteri keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala.

Sementara itu, ada juga Jeffrey Sachs yang merupakan salah satu ekonom terkenal di AS. Dia pernah menjadi salah satu profesor termuda di Universitas Harvard.

Jeffery sudah secara terang-terangan mengatakan mengincar posisi tertinggi Bank Dunia tersebut. Menurutnya, dia sudah berbicara kepada para pemimpin dunia dari negara berkembang untuk meminta dukungan seperti Kenya, Malaysia, dan Namibia.

Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terus diunggulkan menjadi calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang bakal mundur akhir Juni 2012. Sri Mulyani menguasai 81% suara polling!

Dalam situs www.worldbankpresident.org, dibuat sebuah polling soal siapa yang bakal menjadi Presiden Bank Dunia selanjutnya. Ada 9 calon dari negara berkembang yang masuk polling tersebut. Namun memang poling ini tak bisa dijadikan patokan. Apalagi sejak 1944, Presiden Bank Dunia selalu dimonopoli oleh Amerika Serikat. Namun saat ini calon dari negara berkembang bisa naik karena posisi ekonominya lebih baik.

Dalam siaran pers Bank Dunia dikatakan, Dewan Eksekutif Bank Dunia telah menyepakati 5 kriteria untuk calon Presiden barunya yaitu:

  1. Terbukti memiliki rekam jejak yang kuat sebagai pemimpin
  2. Berpengalaman memimpin organisasi besar yang aktif di tingkat internasional dan terbiasa bekerja dengan sektor publik
  3. Mampu menjabarkan misi pembangunan Bank Dunia secara jelas
  4. Memiliki komitmen dan apresiasi kuat terhadap kerjasama multilateral
  5. Dapat berkomunikasi secara efektif dan diplomatis, dan menjalani kewajiban seorang Presiden secara imparsial dan obyektif.

Batas waktu pencalonan nama Presiden baru adalah Jumat 23 Maret 2012. Pencalonan dapat dilakukan oleh anggota Dewan Eksekutif, atau anggota Dewan Gubernur melalui Direktur Eksekutifnya.

Seorang calon harus berasal dari salah satu negara anggota Bank Dunia. Setelah proses pencalonan ditutup, Dewan Eksekutif akan membentuk shortlist berisikan maksimum tiga nama, lalu mempublikasikan shorlist tersebut dengan persetujuan ketiga nama yang bersangkutan.

Selanjutnya, Dewan Eksekutif akan mewawancarai ketiga calon dengan harapan bisa mencapai konsensus sebelum 'Spring Meetings' (pertemuan tahunan musim semi) pada April 2012 mendatang.

(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads