Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Wilayah DKI Jakarta, Nelly Soekidi mengatakan, BBM tersebut naik bertepatan dengan panen raya, sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan.
"Kalau BBM naik, karena sudah panen raya dampaknya tidak terlalu signifikan. Kenaikan tidak akan terlalu masalah, karena pas kenaikan pas panen raya," katanya di sela sidak Gubernur DKI Fauzi Bowo ke pasar beras Cipinang, Jalan Pisangan Lama Selatan, Jakarta Timur, Jumat (16/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, jika nanti sudah panen raya masih digelar operasi pasar, maka kasihan para petani. Soalnya, dalam operasi pasar harga jualnya sangat murah yaitu Rp 6.750 per kg.
"Itu beras termurah, masih bisa turun tapi bisa naik lagi, selama saya jamin pedagang di sini tidak terima beras raskin," ujarnya.
Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, stok beras per 15 Maret mencapai 16.909 ton. Sementara untuk harga beras termurah yaitu beras Thailand Rp 7.100 per kg. Sementara paling mahal beras Cianjur di Rp 10.500 per kg.
(ang/dnl)











































