Siswono menuturkan beras raskin yang dibagikan tahun lalu tidak pantas untuk dikonsumsi masyarakat miskin. Ia berharap tahun ini kejadian tersebut tak terulang lagi.
"Saya berharap 2012 ini jangan ada lagi kualitas beras raskin yang buruk. Solusinya tolong Bulog mencari cara jangan untuk bagi raskin, mungkin bisa untuk makanan itik," jelasnya di DPR-RI, Senin (19/03/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siswono mengharapkan ada komitmen khusus dan pemeriksaan yang benar-benar teliti dalam proses penyaluran raskin ini. Selain harus tepat sasaran, raskin pun harus dicek berulang-ulang di setiap titik distribusi sebelum disalurkan ke rumah tangga sasaran (RTS).
"Jangan ada lagi beras raskin yang kualitasnya buruk. Kami mohon ada komitmen tidak ada lagi pembagian beras miskin yang buruk. Poin terakhir adalah pas distribusi, kalau kelihatan buruk jangan dikirim. Kita berharap 2012 tidak ada lagi laporan raskin kualitas buruk," tutur Siswono.
Sementara itu Dirut Bulog Sutarto Alimoeso menanggapi hal ini, dia menjamin tahun ini tidak akan ada lagi kualitas buruk untuk raskin yang disalurkan. Sutarto berkomitmen bahwa kualitas raskin adalah hal utama dalam program ini.
"Kami sudah komitmen kualitas ini menjadi hal utama, kalau tim raskin ini bisa berfungsi penuh, sebelum dibagikan tim raskin terjun dulu, di sampling, kalau bagus dibagikan. Tapi karena begitu banyaknya, kami siap kalau ada yang jelek kami siap menukar dengan yang baru, titik distribusi kita se-Indonesia," tungkasnya.
Raskin ini akan dibagikan kepada keluarga miskin sebesar 15 kg/bulan. Khusus tahun ini diberikan selama 14 bulan dengan nilai tukar Rp 1.600/kg, dimana harga normal sekitar Rp 6.500/kg.
(zlf/hen)











































