Sewa Tanker, Pertamina Potensi Merugi US$ 16 Juta

Sewa Tanker, Pertamina Potensi Merugi US$ 16 Juta

- detikFinance
Jumat, 06 Agu 2004 06:54 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) berpotensi mengalami kerugian sebesar US$ 16,352 juta akibat keputusannya untuk menjual tanker raksasa (very large crude carrier/VLCC) dan lebih memilih menyewa VLCC berusia 16 tahun dengan biaya US$ 26.800 per hari selama lima tahun. Potensi kerugian itu berasal dari selisih harga sewa dengan biaya yang seharusnya dikeluarkan perusahaan untuk biaya operasional, serta perbedaan kapasitas angkut antara VLCC yang dibuat dan yang disewanya."Modal pembuatan kapal berjumlah US$ 65 juta, dengan depresiasi dan bunga selama tujuh tahun maka Pertamina harus mengeluarkan cost US$ 19.000 per hari," ungkap sumber detikcom di Pertamina, Jumat (6/8/2004).Menurutnya, jika Pertamina mengoperasikan sendiri VLCC-nya maka diperkirakan biaya operasional hanya mencapai US$ 19.000 per hari. "Ini masih ditambah dengan biaya operasional, seperti asuransi, bahan bakar yang diperkirakan mencapai US$ 6.000 per hari. Jadi total biaya operasional Pertamina jika mengoperasikan sendiri VLCC-nya hanya US$ 25.000 per hari," jelasnya.Dengan demikian, lanjut sumber tersebut, terdapat selisih US$ 1.800 per hari bila dibandingkan dengan biaya sewa tanker yang mencapai US$ 26.800 per hari.Ia juga menuturkan, tanker bernama Kolosi yang disewa Pertamina itu merupakan tipe tanker berangka tunggal (single hull) yang kapasitas angkutnya hanya 250.000 ton. Sementara tanker yang dijual Pertamina merupakan jenis double hull) yang kapasitasnya lebih besar, yaitu 300.000 ton sekali angkut."Perbedaan kapasitas angkut ini menyebabkan Pertamina berpotensi mengalami kerugian sekitar US$ 7.160 per hari," katanya. Angka tersebut berasal dari ongkos angkut untuk VLCC yang dijual Pertamina lebih rendah US$ 0,716 setiap tonnya per bulan, dibandingkan biaya sewa Kolosi sebesar US$ 3,216 per ton.Dengan demikian, jika memperhitungkan hal tersebut diatas, maka Pertamina setidaknya mengalami kerugian US$ 8.960 per harinya. "Jika diakumulasikan selama lima tahun sesuai kontrak sewa maka perseroan akan berpotensi rugi US$ 16,352 juta," ujarnya.Sebelumnya, kajian Japan Marine, konsultan yang disewa Pertamina untuk VLCC-nya, menyebutkan perusahaan akan mendapatkan keuntungan US$ 19.515 per hari dari tanker tersebut. Disebutkan pula, return of investment bagi VLCC itu adalah 11,83 persen.Tak hanya itu, Japan Marine juga memperkirakan tarif sewa tanker akan terus meningkat. Dalam kurun 2002-2004 kenaikan sewa tanker akan mencapai 83 persen.Menurut sumber tersebut, kenaikan harga sewa tanker ke depan memang tak terelakkan mengingat hingga tahun 2008 tidak akan ada lagi pemesanan tanker karena saat ini produsen sudah kebanjiran pesanan. Hal tersebut sangat ironis karena ke depan produksi minyak OPEC akan meningkat sehingga dibutuhkan tanker untuk pengangkutannya.Pertamina sendiri telah menjual VLCC-nya kepada Frontline Ltd sebesar US$ 184 juta pada Juni 2004. Sementara biaya pembuatannya hanya mencapai US$ 65 juta per unit pada 2002. (ton/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads