"Walau sampai saat ini kami masih optimis terhadap target swasembada pangan seperti beras, gula, kedelai dan lainnya, namun jika masalah utama salah satunya ketersediaan lahan, hal tersebut bakal menganggu target swasembada," kata Suswono di Kantornya, Senin (19/3/2012).
Diungkapkan Suswono, seperti halnya target swasembada gula, sebetulnya permasalahan bukan berada dikementeriannya, namun ketidaktersediaan lahan tebu sebanyak 550.000 haktare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendala utama lainnya, seperti belum terselesainya perbaikan 52% saluran irigasi yang rusak. "Padahal irigasi ini mutlak dan sangat penting, untuk mengairi lahan sawah petani, sementara pada 2014 kami menargetkan produksi beras mampu surplus hingga 10 juta ton," ujarnya.
Krisis lahan lainnya ada di tanaman pangan lainnya yakni kedelai, saat ini pihaknya masih mencari kebutuhan lahan sekitar 500.000 hektar lagi. "Salah satu upayanya dengan menggandeng Perhutani, agar kebutuhan lahan 500.000 hektare dapat terpenuhi," tambah Suswono.
Tidak hanya swasembada pangan saja, Suswono juga sedang berupaya mengecilkan angka impor daging sapi. "Target utama kami impor daging hanya 10%, artinya impor tetap ada, tapi persentasenya makin mengecil," ucapnya.
Namun, kata Suswono, targetnya tahun ini ada pertumbuhan disektor produksi pangan sebesar 2,3%, sementara pada 2013-2014 harus dikejar sebanyak 6% pertumbuhan. "Kalau 6% pada 2013-2014 bisa kita kejar, maka swasembada pangan 2014 dapat tercapai," tandasnya.
(rrd/hen)










































