"Kesalahan dalam penegakan disiplin kerja. Ini soal leadership," ujar Anggota Komisi VI DPR RI Hendrawan Supratikno kepada detikFinance, Selasa (20/3/2012).
Untuk itu, lanjut Hendrawan, perlu dilakukan evaluasi terhadap direksi Jasa Marga mengenai kekompakkan dalam menjalani perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hendrawan, Dahlan harus melakukan pengecekkan terhadap janji-janji direksi Jasa Marga sehingga tidak merugikan masyarakat dan negara.
"Soal tersebut sebenarnya sederhana, tinggal dicek perjanjian-perjanjiannya, nanti akan terlihat siapa yang niatannya benar. Harus kita akui, data yang disampaikan Dahlan kuat. Komisi VI mendukung upaya penyelamatan aset negara," ungkap Hendrawan.
"Dahlan harus terus melihat ulang kerja sama BUMN dan swasta yang sarat aji mumpung, yang berpotensi merongrong kesehatan keuangan BUMN. Mereka yang telah cidera janji layak dapat penalti berat," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan ngamuk di pintu tol dekat Jembatan Semanggi menuju arah Slipi. Penyebabnya, antrean di tol tersebut sangat panjang tetapi loket yang dibuka hanya dua dari empat pintu yang ada.
Melihat antrean yang panjang itu, menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Kementerian BUMN Faisal Halimi, Dahlan yang hendak berangkat rapat koordinasi setiap Selasa ke Kantor PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) itu langsung turun dari mobil. Saat itu antrean sepanjang kurang lebih 30 mobil di depan pintu tol.
(nia/dru)










































