Pagi ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengamuk di pintu tol Semanggi yang macet akibat seluruh gerbang tol tak dibuka. Aksi tersebut mendapat dukungan dari DPR.
Anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia mengatakan setuju dengan aksi Dahlan. Bahkan dia meminta kelancaran di pintu tol sebagai salah satu standar pelayanan minimum (SPM) untuk jadi penilaian kenaikan tarif tol.
"Saya mendukung dan memberikan apresiasi atas aksi Pak Dahlan Iskan tadi pagi dalam mengatasi kemacetan di pintu tol Semanggi. Mudah-mudahan ini menjadi shock therapy bagi Jasa Marga sebagai operator tol untuk membenahi kinerjanya," kata Yudi dalam pernyataannya, Selasa (20/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memberikan jaminan kenyamanan, keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di jalan tol, termasuk di pintu masuk tol, DPR saat ini sedang menyusun RUU Jalan yang di dalamnya akan mengatur soal SPM jalan tol.
"Harus ada kepastian terpenuhinya standar pelayanan minimum (SPM) dalam penyelenggaraan jalan tol. Karena itu, kami mengatur SPM jalan tol dalam RUU Jalan yang baru saja disahkan sebagai RUU DPR dan akan segera dibahas," kata Yudi.
Yudi mengungkapkan dalam draft RUU Jalan, SPM jalan tol paling sedikit harus meliputi enam substansi pelayanan yaitu kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, dan unit pertolongan atau penyelamatan dan bantuan pelayanan.
"Dalam UU No.38/2004 tentang Jalan, sama sekali tidak diatur soal syarat SPM jalan tol. Namun, dalam RUU Jalan ini, SPM menjadi salah satu fokus perhatian yang harus diakomodir dalam revisi UU jalan ini. Dan ini adalah terobosan dari DPR untuk memberikan kepastian bagi pengguna jalan tol terhadap terpenuhinya SPM," kata Yudi.
Β
Selain pemenuhan SPM jalan tol, kelancaran juga menjadi salah satu asas dalam penyelenggaraan jalan. Menurut Yudi, tugas pemerintah dalam penyelenggaraan jalan salah satunya adalah menjamin kelancaraan arus lalu lintas penumpang, barang, dan jasa.
Seperti diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan ngamuk di pintu tol dekat Jembatan Semanggi menuju arah Slipi. Penyebabnya, antrean di tol tersebut sangat panjang tetapi loket yang dibuka hanya dua dari empat pintu yang ada.
Dari foto yang diterima detikFinance, Selasa (20/3/2012) terlihat Dahlan langsung turun dari mobilnya dan mengatur kendaraan yang mengular di pagi hari. Padahal jalan tol dalam kota harusnya mendapat perhatian serius karena sering jadi biang macet.
(dnl/hen)










































