Demikian disampaikan Pengamat ekonomi dari UGM Anggito Abimanyu saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (20/3/2012).
"Perubahan kepada image bank dunia yang disetir oleh pemegang saham dan orientasinya lebih ke negara berkembang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya mengenai bantuan teknis, bantuan-bantuan pemikiran-pemikiran dan juga memberikan garansi kepada Indonesia yang sudah masuk investment grade, supaya bisa menjadi negara yang dipercaya," ungkapnya.
Pasalnya, lanjut Anggito, meskipun dari sisi pinjaman, dana dari ADB dan Bank Dunia sudah tidak relevan lagi karena tingginya bunga pinjamannya.
"Jadi fungsi garantor, bahwa ekonomi kita stabil, tapi dari sisi pemberian pinjaman, ADB dan Bank Dunia menjadi tidak relevan karena kita sudah masuk investment grade untuk mendapatkan dana dari pasar, tapi kalau pasarnya tidak ada karena krisis, jadi Bank Dunia bisa menjadi pengganti," pungkasnya.
Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani belakangan disebut-sebut bisa menjadi Presiden Bank Dunia. Sri Mulyani bisa bersaing dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.
Selain itu, nama Sachs muncul setelah ia meminta dukungan kepada negara-negara berkembang dunia. Jeffery sudah secara terang-terangan mengatakan mengincar posisi tertinggi Bank Dunia tersebut.
Sachs mengaku sudah berbicara kepada para pemimpin dunia dari negara berkembang untuk meminta dukungan seperti Kenya, Malaysia, dan Namibia.
(nia/dru)










































