"Ekonomi Indonesia stukturnya kuat, mulai dari pertumbuhan investasi, pasar modal dan perbankan di Indonesia kondisinya sehat, dan tentunya akan kuat menghadapi krisis ekonomi di eropa dan amerika," kata Randall di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (20/3/2012).
Apalagi koreksi terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap krisis ekonomi tersebut hanya sedikit yakni hanya 0,2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bukan berarti kata Randall tidak ada dampak sama sekali bagi Indonesia terhadap krisis di Amerikan dan Eropa.
"Pasar ekspor, ya pasar ekspor Indonesia akan cukup terkena dampak, tapi kebijakan-kebijakan negara yang diambil mampu meredam dampak tersebut, bahkan saya yakin investasi di dalam negeri akan tetap tumbuh signifikan akan banyak pemodal asing masuk ke sini," ucapnya.
Randall bilang, apalagi dengan berbagai kenaikan peringkat investasi sementara beberapa negara lain turun di saat krisis ekonomi ini akan memancing investasi asing lebih tinggi lagi.
(rrd/dnl)











































