Dahlan: Jasa Marga Sudah Diperingatkan 3 Bulan Lalu, Tak Ada Perubahan

Dahlan: Jasa Marga Sudah Diperingatkan 3 Bulan Lalu, Tak Ada Perubahan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 21 Mar 2012 06:52 WIB
Dahlan: Jasa Marga Sudah Diperingatkan 3 Bulan Lalu, Tak Ada Perubahan
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku kesal kepada PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang tidak banyak melakukan perubahan terhadap antrean di pintu tol meski sudah diperingatkan sejak tiga bulan lalu.

Buntut dari kekesalan tersebut, Dahlan akhirnya mengamuk di pintu tol Semanggi arah Slipi dengan membuka gerbang mempersilakan pengguna jalan masuk secara gratis kemarin.

"Ini bukan marah mendadak. Sudah tiga bulan saya minta agar antrean masuk tol jangan sampai menjengkelkan. Hampir setiap minggu saya SMS direksi Jasa Marga mengingatkan komitmen kepada masyarakat yang harus kita penuhi," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Selasa (21/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan mengaku, setiap menemukan pintu tol yang antreannya panjang, ia pun mengirimkan pesan singkat alias short messaga service (SMS) kepada direksi BUMN tol tersebut. Namun ia kecewa, teguran yang diberikan tidak dibarengi aksi nyata.

"Setiap kali saya masuk gerbang tol yang antre panjang, saya selalu SMS kepada direksi Jasa Marga. Tapi kok tidak ada tindakan nyata," tambahnya.

Padahal, kata Dahlan, masyarakat pengguna tol itu adalah yang mau membayar. Seharusnya Jasa Marga bekerja lebih baik lagi, apalagi ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat.

"Saya tidak henti-hentinya mengingatkan itu. Pelayanan itu harus baik. Apalagi ini melayani orang yang mau mbayar. Kalau melayani orang yang mau mbayar saja tidak baik, bagaimana melayani masyarakat kecil yang tidak punya uang?" tanyanya.

Mengenai kursi petugas tol yang dibuang ke pinggir jalan, Dahlan mengaku hal itu memang perlu dilakukan. Soalnya, percuma kursi tersebut juga tidak digunakan karena tidak ada orangnya.

"Saya tidak mbanting kursi tapi, membuangnya ke pinggir jalan. Kursi-kursi itu betul-betul enggak ada gunanya karena orangnya atau petugasnya tidak ada di loket di tengah-tengah antrean mobil masuk gerbang tol yang begitu panjang," jelasnya.

Setelah Dahlan melakukan aksi ngamuk tersebut, direksi Jasa Marga langsung menggelar rapat internal. Hasilnya, lima orang karyawan Jasa Marga yang dianggap lalai diberi sanksi surat peringatan (SP).

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads