Buntut dari kekesalan tersebut, Dahlan akhirnya mengamuk di pintu tol Semanggi arah Slipi dengan membuka gerbang mempersilakan pengguna jalan masuk secara gratis kemarin.
"Ini bukan marah mendadak. Sudah tiga bulan saya minta agar antrean masuk tol jangan sampai menjengkelkan. Hampir setiap minggu saya SMS direksi Jasa Marga mengingatkan komitmen kepada masyarakat yang harus kita penuhi," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Selasa (21/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kali saya masuk gerbang tol yang antre panjang, saya selalu SMS kepada direksi Jasa Marga. Tapi kok tidak ada tindakan nyata," tambahnya.
Padahal, kata Dahlan, masyarakat pengguna tol itu adalah yang mau membayar. Seharusnya Jasa Marga bekerja lebih baik lagi, apalagi ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat.
"Saya tidak henti-hentinya mengingatkan itu. Pelayanan itu harus baik. Apalagi ini melayani orang yang mau mbayar. Kalau melayani orang yang mau mbayar saja tidak baik, bagaimana melayani masyarakat kecil yang tidak punya uang?" tanyanya.
Mengenai kursi petugas tol yang dibuang ke pinggir jalan, Dahlan mengaku hal itu memang perlu dilakukan. Soalnya, percuma kursi tersebut juga tidak digunakan karena tidak ada orangnya.
"Saya tidak mbanting kursi tapi, membuangnya ke pinggir jalan. Kursi-kursi itu betul-betul enggak ada gunanya karena orangnya atau petugasnya tidak ada di loket di tengah-tengah antrean mobil masuk gerbang tol yang begitu panjang," jelasnya.
Setelah Dahlan melakukan aksi ngamuk tersebut, direksi Jasa Marga langsung menggelar rapat internal. Hasilnya, lima orang karyawan Jasa Marga yang dianggap lalai diberi sanksi surat peringatan (SP).
(ang/ang)










































