Demikian disampaikan Pengamat ekonomi Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Rabu (21/3/2012).
"Ngamuknya DI (Dahlan Iskan) adalah shock therapy yang patut diapresiasi. Sebagai kampanye publik juga bagus. Tapi apakah akan memperbaiki pelayanan Jasa Marga dan BUMN secara signifikan? Saya rasa tidak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini berdasarkan pengalaman di pelayanan publik yang pernah terkena shock therapy seperti SIM, pungli jalanan, dan sebagainya," jelasnya.
Namun, meskipun demikian, Dradjad mengaku tidak begitu terpesona dengan tindakan tersebut. Pasalnya, terlalu banyak yang harus diperbaiki dalam BUMN di Indonesia yang tidak hanya bisa diperbaiki dengan shock therapy.
"Saya termasuk yang tidak terpesona dengan ngamuk tersebut. Respons saya datar-datar saja nanti karena birokrasi pemerintahan dan BUMN kita sudah rusak betul," tegasnya.
(nia/dnl)











































