Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan setuju pemasaran e-Toll Card tidak dimonopoli satu bank. Namun, ia akan memberi waktu kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) untuk unjuk gigi.
Dahlan sudah berbicara kepada bank plat merah itu tiga bulan lalu untuk meningkatkan penjualan e-Toll Card. Jika masih tidak ada perubahan, maka Dahlan akan meminta Bank Mandiri menyerahkan kewenangannya ke bank lain.
"Saya setuju kalau dibuka untuk semua bank penjualan e-Toll Card akan lebih cepat. Tapi beri waktu dulu pada Bank Mandiri untuk membuktikan diri," katanya dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Rabu (21/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga bulan lalu saya sudah ingatkan agar mengutamakan sisi layanan. Kalau Bank Mandiri tidak mampu sebaiknya dibuka untuk semua bank dengan mempertimbangkan ganti rugi untuk Bank Mandiri atau bentuk kompensasi lain," ujarnya.
"Mereka (Bank Mandiri) menyanggupi. Waktu itu rasanya dijanjikan bulan April bergerak cepat," tambah Dahlan.
Seperti diketahui, setelah lima tahun berjalan, penggunaan e-Toll Card masih memble. Jasa Marga mencatat kepemilikan kartu prabayar akses masuk tol 10,5% dari total pengguna jalan tol.
Angka ini jauh dari harapan, padahal sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan telah 'menyentil' Bank Mandiri untuk lebih giat mensosialisasikan penggunaan e-Toll card.
(ang/dru)
