Demikian disampaikan Pengamat ekonomi Drajad Wibowo kepada detikFinance, Rabu (21/3/2012).
"Meski kita sekarang salah satu dari 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia (G20), tapi pelayanan publik di Indonesia dapat dikatakan parah sekali jeleknya. Baik pelayanan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai BUMN maupun aparat hukum," kata Dradjad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya korup aparatnya, tapi etos kerja melayaninya sangat rendah. Contohnya, apa susahnya jasa marga memasang traffic information di jalan tol sehingga orang tidak terjebak memilih jalur yang macet? Minim sekali etos kerja 'memanjakan konsumen'. Yang terjadi, konsumen atau rakyat adalah sapi perah bukan raja," tandasnya.
(nia/dnl)










































