Dirut Pertamina Tetap Ngotot Sewa Tanker Lebih Murah
Jumat, 06 Agu 2004 15:14 WIB
Jakarta - Meski mendapat kritik tajam, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ariffi Nawawi tetap bersikeras harga sewa tanker yang dilakukan Pertamina tergolong murah yakni sekitar US$ 25.000 per hari. Ia juga membantah pemberitaan yang menyebut harga sewa tanker itu mencapai US$ 26.800 per hari.Namun demikian, hingga kini Pertamina belum melakukan penandatanganan kontrak sewa tanker Kolossi dengan bobot mati 248.000 DWT milik Cyclops Ship Ltd tersebut."Saya belum pernah teken. Kontraknya belum ditandatangani. Yang jelas harganya murah, kurang lebih US$ 25.000 per hari, jadi tidak sampai US$ 26.800," tandas Ariffi usai menjalani pemeriksaan di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Jl. Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (6/8/2004).Ditegaskan Ariffi, harga sewa tersebut masih tergolong murah, mengingat harga sewa tanker lainnya saat ini masih di atas US$ 30.000-an per hari.Di tempat terpisah, Direktur Hilir Pertamina Harry Purnomo mengungkapkan hal senada. Menurut dia, Pertamina belum memutuskan siapa pemenang tender penyewaan tanker tersebut. Ia juga mengaku belum tahu berapa harga sewanya."Itu kan belum diputuskan," katanya.Sebelumnya, rencana Pertamina menyewa tanker itu mendapat sorotan Ketua Masyarakat Profesional Madani, Ismed Hasan Putro. Ismed menilai harga sewa tanker itu terlalu mahal. Makanya ia menyayangkan kenapa dua unit VLCC yang masih dirakit Hyundai Heavy Industries (Korsel) justru dijual ke Frontline.Menurut dia, rencana menyewa VLCC berusia 16 tahun untuk 5 tahun tersebut juga menunjukkan akal-akalan direksi dan komisaris Pertamina. "Ini akal-akalan saja. Mereka ngotot jual VLCC walaupun seluruh fakta menunjukkan penjualan tersebut merugikan. Saya melihat Pertamina akan dirugikan dan langkah tersebut hanya menguntungkan komisaris dan direksi saja. Ini merupakan pengkhianatan terhadap negara," paparnya.
(ani/)











































