Mushola Jadi Indikator Kemakmuran Petani Tebu

Mushola Jadi Indikator Kemakmuran Petani Tebu

- detikFinance
Minggu, 25 Mar 2012 13:38 WIB
Mushola Jadi Indikator Kemakmuran Petani Tebu
Malang - Petani tebu, biasanya identik dengan kemiskinan dan kalangan terpinggirkan, namun berbeda dengan para petani tebu di Kecamatan Gendanglegi, Malang, Jawa Timur.

Para petani yang menjadi pemasok tebu untuk Pabrik Gula Krebet Baru Malang, salah satu pabrik gula milik anak perusahaan RNI ini punya kondisi lain.

"Indikator petani tebu sukses disini kalau sukses di depannya ada mushola," kata Joli salah satu karyawan Pabrik Gula Krebet Baru kepada detikFinance seperti dikutip Minggu (25/3/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya pemahaman masyarakat khususnya petani yang berkembang di daerah PG Krebet Baru Malang, kalau ingin berhasil dan ingin naik haji, maka masyarakat disini harus tanam tebu.

"Masyarakat disini ada yang berkali-kali naik haji karena tanam tebu," tambahnya.

Berdasarkan pantauan detikFinance, hampir diseluruh kecamatan Bululawang dan Gondanglegi, ditanami tebu dan bahkan hingga sela-sela halaman rumah juga ditanami pohon tebu.

"Resiko gagal panan tebu kecil sekali dan ruginya juga kecil sekali daripada menanam padi dan palawija," sebutnya.

Pabrik Gula Krebet Baru sendiri, lebih dari 90% kebutuhan tebunya dipasok dari para petani atau kebun masyarakat. Pada tahun giling 2012 ini yang akan dimulai bulan Mei, pabrik gula ini menargetkan akan mampu menghasilkan gula 120.000 ton.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads