Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam rapat dengan Banggar DPR RI, Jakarta, Senin (26/3/2012).
"Jadi untuk kompensasi kita sepakati Rp 30,6 triliun," ujar Agus Marto diiringi ketok palu oleh pimpinan Banggar DPR RI Melchias Marcus Mekeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi total belanja non K/L itu jumlahnya Rp 532,2 triliun," ujar Agus Marto.
Untuk belanja KL sebesar Rp 530,1 triliun sehingga belanja pemerintah pusat menjadi Rp 1.053, 2 triliun dan transfer ke daerah menjadi Rp 478,8 triliun. Dengan demikian belanja negara menjadi Rp 1.548,3 triliun. Penerimaan negara dan hibah disepakati Rp 1.358,2 triliun.
Dengan demikian defisit diperkirakan sekitar Rp 190,1 triliun atau 2,23 persen dengan rencana pembiayaan dalam negeri sebesar Rp 194,5 triliun dan luar negeri sebesar minus Rp 4,4 triliun," paparnya.
Sementara itu, untuk asumsi makro, Agus Marto menyebutkan inflasi diperkirakan sebesar Rp 6,8 persen. Asumsi ini meningkat dibandingkan dalam APBN 2012 yang ditetapkan 5,3 persen.
Pertumbuhan ekonomi dikoreksi menjadi 6,5 persen dari rencana dalam APBN 2012 sebesar 6,7 persen, suku bunga dikoreksi 5 persen dari sebelumnya sebesar 6 persen, nilai tukar menjadi Rp 9.000 dari Rp 8800, harga minyak US$ 105 per barel dari US$ 90 per barel, dan lifting menjadi 930 barel per hari dari 950 barel per hari dalam APBN 2012.
Pemerintah dan DPR Sepakat Anggaran BLT Cs Rp 30,6 Triliun (nia/dru)










































