Dirut PLN: Kita Bukan Preman

Dirut PLN: Kita Bukan Preman

- detikFinance
Senin, 26 Mar 2012 18:32 WIB
Dirut PLN: Kita Bukan Preman
Jakarta - PT PLN (Persero) menegaskan pemadaman listrik di sejumlah daerah di Jakarta hari ini bukan aksi respons atas penolakan tambahan anggaran subsidi listrik oleh Komisi VII DPR-RI. Anggaran subsidi listrik saat ini memang hanya disetujui Rp 64 triliun dari usulan pemerintah Rp 93 triliun.

"Bukan lah. Kita kan profesional bukan preman. Kita nggak kayak gitu," kata Dirut PLN Nur Pamudji di sela-sela rapat pembahasan anggaran subsidi antara pemerintah dan Banggar di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/3/2012).

Pamudji menyatakan padamnya listrik akhir-akhir ini disebabkan hujan lebat di sejumlah daerah di Jakarta. "Tadi hujan lebat di Selatan Jakarta. Mungkin karena itu mati lampunya. Tapi nggak tahu juga. Ya..kita tidak bisalah melawan alam," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pamudji, saat ini listrik yang ada di sejumlah daerah di Jakarta sudah kembali normal. "Kata siapa masih mati lampu? Kamu cek deh. Sudah nyala ko. Saya dari sini juga mantau," kilahnya.

Pagi hingga siang tadi memang ada informasi soal pemadaman listrik di kawasan Jakarta khususnya bagian selatan. Hal ini rupanya dikait-kaitkan dengan masalah usulan tambahan subsidi listrik Rp 26 triliun yang belum disetujui oleh DPR-RI.

Sebelumnya Komisi VII DPR-RI memutuskan hanya menyetujui tambahan subsidi listrik sebesar Rp 24,52 triliun atau total subsidi listrik tahun ini hanya Rp 64,97 triliun.

Sementara itu pemerintah mengusulkan kenaikan anggaran sebesar Rp 48,09 triliun atau 107,1% dari pagu Rp 44,96 triliun menjadi Rp 93,05 triliun. Menteri Keuangan Agus Martowardojo ngotot subsidi listrik harus ditambah lagi Rp 26 triliun sebab jika tak dilakukan, beban PLN semakin berat.

(nia/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads