Udin, seorang pedagang bensin eceran di kawasan Joglo Jakarta Barat, mengatakan semenjak dua minggu lalu kalangan SPBU melarang pembelian melalui jerigen. Hasilnya modus yang ia gunakan saat ini harus menggunakan mobil kemudian dikuras isinya dan diecer kembali ke pembeli.
"Udah naik Rp 500, jadi Rp 5.500 per botol, sekarang susah dapat bensinnya," kata Udin kepada detikFinance, Selasa (27/3/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pakai mobil biayanya saja sudah Rp 20.000, nggak keukur. Makanya sekarang pakai motor saja," katanya.
Ia yakin setelah 2 pekan pasca kenaikan harga BBM pihak SPBU akan kembali membolehkan pedagang eceran sepertinya membeli lewat jerigen. Hal ini berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu sesudah kenaikan harga BBM.
"Kalau sekarang kita beli pakai botol air mineral saja nggak boleh. Saking susahnya kita naikkan harga jualnya. Kalau nanti BBM sudah naik jadi Rp 6000, ya paling tinggi kita jual Rp 7000, atau malah Rp 6500," katanya.
Menurutnya berbisnis bensin eceran cukup lumayan untuk menghidupi keluarganya. Udin mengaku dalam sehari ia bisa menjual hingga 100 liter bensin eceran, walaupun saat ini volume penjulannya turun karena ada pengetatan pembelian bensin melalui jerigen di SPBU.
"Kalau sekarang 20-30 botol sudah habis, ya siangnya kita tutup, nanti malamnya beli lagi di SPBU," kata.
(hen/dru)
