Duh! Setelah Kasus Pelecehan Seks, Mantan Bos IMF Diduga Jadi Mucikari

Duh! Setelah Kasus Pelecehan Seks, Mantan Bos IMF Diduga Jadi Mucikari

- detikFinance
Selasa, 27 Mar 2012 14:38 WIB
Duh! Setelah Kasus Pelecehan Seks, Mantan Bos IMF Diduga Jadi Mucikari
Jakarta - Mantan pimpinan International Monetary Fund (IMF) Dominique Strauss-Kahn kembali ditangkap di Perancis pada Senin (26/3/2012) lalu atas tuduhan keterlibatan dengan jaringan prostitusi. Menurut jaksa penuntut kepada CNN kemarin, Strauss-Kahn ditangkap atas dugaan menjadi mucikari.

Strauss-Kahn dilarang kontak dengan orang-orang yang terlibat dalam invetigasi kasus ini, termasuk dilarang bicara pada media. Seperti yang dilansir dari CNN hari ini (27/3/2012), jaksa penuntun menyebutkan kalau Strauss-Kahn sudah dibebaskan setelah membayar uang denda sebesar 100.000 euro atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Senin pagi Strauss-Kahn diwawancarai hakim mengenai keterlibatannya dalam jaringan prostitusi tersebut. Seharusnya pertemuan itu dijadwalkan hari Rabu. Seorang juru bicara hakim memberitahu CNN bahwa ini adalah keputusan hakim (mengubah tanggal. Namun dia tak mau menyebutkan alasan di balik keputusuan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Straus-Kahn dicurigai sebagai pelaku prostitusi, bukan sekedar pengguna/pelanggan tapi aktif memfasilitasi kegiatan pelacuran sebagai mucikari. Bulan lalu dia ditahan 24 jam oleh polisi Lille yang juga menanyakan keterlibatannya dalam jaringan prostitusi. Di sekitar pusat kota Lille, penyelidik mulai mengawasi hotel-hotel mewah seperti Ritz Carlton yang disebut menjadi pusat jaringan prostitusi kelas atas.

Oktober lalu, skandal prostitusi Strauss-Kahn pertama kali muncul ke publik, disebut-sebut sebagai “Carlton Affair” oleh media Perancis. Pengacaranya kemudian merilis penyataan pada November yang mengatakan tuduhan terhadap kliennya tidak sehat, sensasional dan mengandung agenda politik.

Dalam wawancara dengan stasiun radio Eropa di bulan Desember, pengacara Strauss-Kahn, Henri Leclerc mengungkapkan benar kliennya menghadiri pesta-pesta seks. Tapi dia tak sadar kalau wanita-wanita yang hadir di pesta itu adalah pelacur.

Di Perancis, prostitusi tidak ilegal. Namun mengambil untung dengan menjadikan orang lain sebagai pekerja seks, melanggar hukum menurut French Penal Code. Pihak berwenang juga menyelidiki apakah uang perusahaan digunakan untuk membayar para pelacur tersebut. Dalam wawancara dengan Europe1 di bulan Desember, Leclerc mengatakan tidak ada bukti pelanggaran dana.

Skandal Carlton menambah panjang daftar skandal seks yang menimpa Strauss-Kahn beberapa tahun belakangan. Meski dia belum pernah dijatuhi hukuman, kasus-kasus ini menghentikan paksa rencana Strauss-Kahn maju sebagai calon presiden Perancis tahun ini.

Strauss-Kahn mundur dari posisi puncak di IMF setelah seorang pegawai hotel New York menuntutnya atas tindak pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan di bulan Mei. Seorang penulis muda asal Perancis juga pernah menuntut Strauss-Kahn atas kasus serupa.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads