Mereka umumnya takut, kalau aksi demo berdampak negatif terhadap bisnis mereka. Selain banyak pedagang yang tutup tokonya, para pembeli yang menghampiri pusat grosir sandang terbesar di Indonesia ini tak seramai hari biasanya.
"Dari tadi memang sepi banget, kosong karena mereka takut ada demo, dan jalanan macet. Biasanya tutup jam 4 tadi jam setengah tiga sudah pada tutup, bahkan setengah dua sudah ada yang pada tutup. Pembelinya sepi nggak kaya hari-hari biasa. Apalagi lantai 1 kosong semua," kata Marko Satpam Blok B Tanah Abang kepada detikFinance, Selasa (27/3/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Takut demo, terus jalanan macet, takut saja. Apalagi pembeli turunnya drastis, cuma tiga stel hari ini. Kemarin memanhg sepi tapi nggak separah sekarang, biasanya jual 1 kodi sehari ini cuma tiga pasang. Jam 1 pada pulang," katanya.
Hal yang sama pun disampaikan oleh Andre, pemilik Toko Bintang khusus baju wanita mengatakan dampak hari ini berpengaruh hingga 35% terhadap omzetnya.
"Saya juga punya toko satu di bawah tapi tutup seharian karena sepi, karena ada demo dan kecemasan orang dari daerah datang ke sini, Metro saja tutup seharian," katanya.
Setali tiga uang dengan Andre, Safri penjual kaos laki-laki mengatakan omzetnya rontok. "Biasnaya omzet saya sampa 10 juta, sekarang 2 juta saja nggak sampai," katanya.
Senasib dengan Andre dan Safri, Yon yang menjual mukena dan sejadah mengakui penjualannya turun drastis. Biasanya ia menjual 10 potong sehari, namun hari ini tak ada yang membeli satu pun barang dagangannya.
Berdasarkan pengamatan detikFinance, di Blok B terlihat dalam satu lantai yang buka tidak sampai 15 toko, rata-rata para pedagang menutup tokonya sejak pagi atau hanya membuka setengah hari.
(hen/dnl)











































