Dahlan sungguh menyesal, pasalnya keputusan Banggar yang menginginkan tambahan Rp 2 triliun ini bisa dialokasikan untuk tambahan proyek strategis nasional.
Menurut Dahlan dari pemotongan Rp 2 triliun itu, BUMN bisa menghasilkan proyek startegis nasional senilai Rp 12 triliun dan tentunya dapat menyerap tenaga kerja yang banyak pula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan ingin mengalokasikan dana Rp 2 triliun untuk proyek strategis nasional seperti program 20.000 sapi untuk mendukung swasembada daging, swasembada beras, dan mebuat industri solar cell. Sementara itu menurut Sekjen Kementrian BUMN, Wahyu Hidayat, memilih mengalah demi menyelamatkan APBN.
Karena kementrian BUMN merupakan bagian dari pemerintahan. "Karena itu (setoran dividen) kebutuhan negara maka kita tidak ingin berdebat tentang itu," kata Wahyu.
Selain itu, Dia menegaskan sebenarnya kalau dividen itu diputar pada tubuh perusahaan BUMN nantinya bisa menghasilankan pendapatan yang sangat besar.
"Kalau uang Rp 2 triliun tersebut diputar bisa menghasilkan 10 kali lipat," imbuhnya.
(feb/dru)











































