Hal itu disampaikan Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda Retno Lestari Priansari Marsudi kepada detikcom di Den Haag, Rabu (28/3/2012).
Menurut Dubes, workshop kuliner dengan tema the Truth of the Indonesian Taste di Kookerij Culinary College, Noordwijkerhout, itu merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan diplomasi kuliner yang saat ini sedang digalakkan oleh KBRI Den Haag.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, imbuh Dubes, KBRI Den Haag melalui Atase Perdagangan sedang menyiapkan direktori untuk informasi publik mengenai restauran Indonesia di Negeri Belanda, yang jumlahnya saat ini ada sekitar 1600 buah.
"Semua langkah ini diharapkan dapat memperkuat eksistensi makanan Indonesia di Negeri Belanda dan menjadikannya sebagai outlet kuliner Indonesia di Eropa, terutama memperbesar aksesibilitas para turis asing terhadap makanan Indonesia," terang Dubes.
Sate, rendang, seroendeng, sambal, kroepoek, nasi goreng, nasi rames, sajoer lodeh, sudah menancap kuat di Negeri Belanda, bahkan nama-nama itu sudah resmi diserap ke dalam Bahasa Belanda.
Tapi khazanah kuliner Indonesia lebih dari itu. Dalam workshop yang berlangsung pada Selasa (27/3/2012) yang diikuti oleh 200 pemilik retauran Indonesia di Negeri Belanda dan dihadiri oleh Walikota Noordwijkerhout, Willem Wongso antara lain mengenalkan mi Aceh, sate komoh, pangek ikan tuna, tilapia woku dan rendang yang terpilih sebagai nomor 1 terlezat dalam World's 50 Most Delicious Foods versi CNN Go.
Dengan fasilitas lengkap diKookerij Culinary College, top chef Willem Wongso memandu peserta mengolah bahan dan bumbu dasar masakan versi otentik Indonesia. Selebihnya mengenai kadar garam, asam, dan tingkat kepedasan diserahkan kepada selera masing-masing.
Masakan Indonesia saat ini dapat dikatakan sudah menjadi makanan nasional kedua di Negeri Belanda. Dari para menteri sampai noni-noni Belanda sudah familiar dengan citarasa yang telah berakar dan ditularkan turun-temurun.
Dengan populasi 16,847 juta (2012) dan daya beli tinggi dengan pendapatan per kapita USD 51.410 (2011), maka Belanda merupakan pasar sangat menggiurkan bagi ekspor komoditi bahan-bahan pangan dan bumbu-bumbu dari Indonesia.
(es/es)











































