Demikian benang merah sambutan Duta Besar RI Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda Retno Lestari Priansari Marsudi dalam Business Meeting di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, Kamis (29/3/2012).
"Di tengah-tengah krisis ekonomi global saat ini, Indonesia justru kokoh menikmati pertumbuhan rata-rata 6% per tahun. Rasio utang Indonesia terhadap GDP cuma 26% dan Indonesia sekarang menjadi anggota G-20 dan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia," ujar Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkenankan saya menyarankan Anda untuk mempelajari master plan ini dan ikut berpartisipasi untuk mengimplementasikannya," ajak Dubes.
Menurut Dubes, saat ini salah satu destinasi bisnis dan investasi di Indonesia yang sangat menjanjikan adalah Sabang, yang sejak 2000 telah ditetapkan sebagai free trade zone, dengan berbagai regulasi dan kebijakan menarik yang mendorong bisnis.
"Sabang juga diberkati dengan posisi geografis yang sangat strategis, di pintu gerbang Selat Malaka, yang merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, di mana seperempat perdagangan dunia diangkut," terang Dubes.
Business Meeting ini menyediakan peluang istimewa antara delegasi resmi dari Indonesia dengan sektor swasta Belanda, dimana kedua pihak dipertemukan secara one on one antara lain pemerintah Kabupaten Sabang, Bank Jawa Barat (BJB), perusahaan infrastruktur, ekspor impor, otoritas pelabuhan, tour operator dan Indonesia Netherlands Association.
Selain itu business meeting ini juga sebagai kick off Pasar Malam Indonesia (PMI) edisi ke-3 di Den Haag, 29/3 - 1/4/2012, yang merupakan forum promosi perdagangan, pariwisata, investasi, sekaligus festival seni budaya tempat warga Indonesia dan Belanda bertemu, memupuk persahabatan dan bernostalgia.
"PMI edisi ketiga ini didukung oleh 14 lembaga pemerintah, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Silakan eksplorasi Indonesia dan berbisnis bersama kami," pungkas Dubes.
(es/es)











































