Dirjen Pajak: Konyol & Bodoh Kalau Perusahaan Minyak Tak Main

Dirjen Pajak: Konyol & Bodoh Kalau Perusahaan Minyak Tak Main

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 02 Apr 2012 15:04 WIB
Dirjen Pajak: Konyol & Bodoh Kalau Perusahaan Minyak Tak Main
Jakarta - Produksi minyak Indonesia setiap tahun terus turun karena berbagai faktor. Namun terlepas dari itu, penurunan produksi yang terus-terusan secara langsung mempengaruhi penerimaan negara dari pajak sektor migas.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengaku tak percaya terhadap produksi (lifting) minyak yang berasal dari laporan perusahaan minyak offshore maupun onshore. Hal ini karena hingga sampai saat ini pemerintah tidak memeriksanya, jadi bodoh dan konyol jika perusahaan minyak tidak curang atau memainka data produksi.

"Teknologi perusahaan Minyak dan Gas itu memang High tech (teknologi tinggi), bisa saja mereka klaim bahya produksinya benar sekian, tapi siapa yang bisa menjamin atau mengklarifikasi hasil produksinya? Kita saja tidak periksa," ujar Fuad Rahmany, di Kantor di Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar Gambir, Senin (2/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Fuad, perusahaan migas dalam mengebor minyak ada menggunakan alat semacam odometer (seperti alat pengukur kilometer kendaraan). Alat ini akan membaca volume dalam setiap proses bor.

Menurutnya tak ada yang bisa jamin kalau perusahaan migas bisa memainkan pencatatannya. Misalnya seharusnya yang dibor secara volume sebanyaj 300.000 barel namun bisa saja disebut 166.000 barel.

"Kan mereka perusahaan high tech, sangat bisa berbuat seperti itu, jadi bisa dipercayakah produksi lifting minyak kita saat ini," tuturnya.

Jadi menurut Fuad, sangat mungkin angka lifting minyak Indonesia bukan pada angka sebenarnya. "Konyol mereka tidak bermain, bodoh mereka kalau tidak melakukan itu, kenapa? Karena kita tidak memeriksanya," tukasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads