Batubara & Migas, Sekali Keruk 7 Turunan Tak Kebagian

Batubara & Migas, Sekali Keruk 7 Turunan Tak Kebagian

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 02 Apr 2012 15:50 WIB
Batubara & Migas, Sekali Keruk 7 Turunan Tak Kebagian
Jakarta - Aktivitas pengeboran minyak dan gas serta pertambangan batubara yang sudah terjadi puluhan tahun di Indonesia, tidak bakal dirasakan hingga anak cucu hingga 7 turunan. Pasalnya 'sekali keruk' minyak dan batubara akan terbentuk kembali setelah 1.000 tahun lebih.

"Otomatis minyak dan batubara yang dihasilkan ini tidak dapat dirasakan anak cucu kita sampai 7 turunan, pasalnya baru terbentuk lagi struktur minyak dan batubara kembali setelah 1.000 tahun lebih," kata Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany, di Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar Gambir, Senin (2/4/2012).

Ia mencontohkam jika terbang dengan helikopter di Kalimantan, bisa terlihat banyak hutan sudah banyak yang bolong-bolong. Fuad mempertanyakan kemana pajaknya itu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak ingin hasil perut bumi Indonesia habis dikerok tetapi tidak memikirkan apa yang didapat atau diwariskan ke anak cucu kita. Memang saat ini kita menikmati hasilnya, tapi nanti buat mereka apa," ujarnya.

Hal ini lah yang membuat ia ‘getol’ untuk mengoptimalkan pendapatan pajak dari sektor Migas dan Pertambangan.

"Kalau mengerok perut bumi Indonesia, hasilnya harus kita bangun infrastruktur. Jadi ada warisan kepada anak cucu kita. Saya ingin anak-anak kita lahir sudah merasakan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan. Kalau tidak ada, itu namanya pencurian, mencuri hak dari anak cucu kita," ucapnya.

"Konyol sekali Minyak dan tambang kita habis tapi infrastrukturnya tidak ada," tambahnya.

Dengan terbentuknya Kantor Pelayanan Pajak Migas dan Pertambangan yang diresmikan hari ini di Gambir, Jakarta Pusat. Menurut Fuad, setidaknya sudah ada 5.800 perusahaan tambang yang bakal wajib bayar pajak.

(rrd/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads