BBM Batal Naik, Pemerintah Geram Pedagang Tahan Harga Sembako

BBM Batal Naik, Pemerintah Geram Pedagang Tahan Harga Sembako

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 02 Apr 2012 16:33 WIB
BBM Batal Naik, Pemerintah Geram Pedagang Tahan Harga Sembako
Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi batal naik namun harga bahan pokok di pasaran tetap merangkak naik. Pemerintah pun 'geram' kepada para pedagang yang tetap menaikkan harga.

Para pedagang seperti mencari kesempatan dengan adanya isu kenaikan BBM beberapa waktu lalu. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti mengatakan pedagang yang menaikan harga saat ini tidak beralasan, dan cenderung memanfaatkan situasi tentang adanya isu kenaikan BBM.

"Harusnya nggak ada (kenaikan), harusnya harganya kembali. Balik lagi alasan naik itu tidak ada. Jadi kalau seperti itu namanya pedagang yang mengambil kesempatan," tegasnya usai konferensi pers perihal kinerja ekspor impor di kantor Kemendag (2/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk merespons ini, Bayu menuturkan selain akan diselenggarakannya operasi pasar, pemerintah pun akan menambahkan pasokan kebutuhan pokok untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga bahan pokok yang tidak lazim ini.

"Kita informasikan saja kalau memang harga disitu tinggi kan pedagang yang punya gula pengen dapet untung itu dong. Itu kan kalau harga naik pasti untung dan ditambah pasokannya orang lain boleh masuk kesitu dan kalau ditambah pasokannya naik maka harganya disesuaikan karena nggak ada alasan naik," ujar Bayu.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo pernah menuturkan tidak akan terjadi kenaikan harga untuk kebutuhan bahan pokok. Kenaikan akan terjadi di sekitaran angka 5% disebabkan adanya ketersedian barang yang kurang.

"Kalau kenaikan di bawah 5%, itu fluktuasi biasa, itu hal biasa," katanya.

Memang banyak pedagang bahan pokok di pasar yang terlihat mengambil kesempatan dari isu kenaikan BBM. Paling merasakan dampaknya adalah para konsumen seperti ibu-ibu rumah tangga yang sudah mulai teriak dengan kondisi harga yang tetap tinggi.

(zlf/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads