Bank Dunia heran dengan besaran anggaran subsidi BBM di Indonesia yang besarannya mencapai 2,2% dari PDB di 2011. Sementara anggaran bantuan sosial hanya 0,5% dari PDB.
Padahal, anggaran bantuan sosial paling tepat sasaran ke masyarakat miskin ketimbang anggaran subsidi BBM yang terus menerus 'bocor' ke orang-orang kaya pengguna mobil mewah.
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle mengatakan, kondisi di Indonesia berbeda dengan Brasil dan India. Di Brasil dan India anggaran BBM subsidi masing-masing hanya 1,4% dan 2,2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengharapkan pemerintah Inodnesia bisa membangun sistem kesehatan, pendidikan dalam jangan pendek. Jumlah orang miskin di Indonesia memang turun menjadi 12,5% di 2012. Ada 25% orang Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Sebelumnya dikatakan, Bank Dunia menyatakan besaran subsidi BBM yang dikucurkan tiap tahun oleh pemerintah Indonesia tidak efektif. Subsidi ini dinilai menguntungkan orang kaya.
Menurut Bank Dunia, 40% dana subsidi energi jatuh kepada 10% rumah tangga kaya yang tidak berhak. Padahal ada kebutuhan yang lebih penting, yaitu perbaikan kualitas pendidikan, jaring pengaman sosial, dan perbaikan iklim bisnis.
Dalam APBN-P 2012, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi Rp 225 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun. (dnl/ang)










































