"Ya akan kita kembangkan ke arah itu (LCC) selama market memungkinkan ke arah itu," kata Presiden Komisaris Saratoga, Edwin Soeryadjaya usai perayaan penerbangan perdana Mandala di Jakarta, Kamis (5/4/2012).
Ia menerangkan, alasan kuat Saratoga masuk bisnis ini mengingat potensi pasar maskapai yang masih bisa dikembangkan lebih luas. Indonesia membentang dengan jumlah penduduk salah satu yang terbanyak di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Sandiaga Uno, yang merupakan mitra Edwin di Saratoga juga menyebut, penerbangan kembali Mandala merupakan mimpi baginya. Pandangan Sandi adalah bisnis transportasi dan perjalanan tumbuh pesat dan cukup mengesankan. Ini terlihat dari sesaknya penumpang pesawat yang ada di Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut Sandi ekonomi Indonesia terus bertumbuh. Setiap waktu muncul kelas menengah baru yang mencapai 49 juta orang. Sandi memperkirakan, jumlah penumpang akan menembus 60 juta pada pada 2015 dan 75 juta pada 2020.
"Angka itu tentunya menjadi pasar untuk Mandala yang menggunakan konsep LCC," tutur Sandi.
Seperti diketahui Tiger Airways Holding Limited resmi memiliki 33% saham di PT Mandala Airlines Indonesia. Tiger berpartner dengan perusahaan Sandiaga Uno yaitu Saratoga.
Investasi Tiger Airways dalam Mandala dikelola melalui anak perusahaan Tiger Airways di Singapura, Roar Aviation Pte. Ltd. Grup Saratoga memiliki saham sebesar 51,3%. Sisanya 15,7% saham masih dimiliki pemilik saham sebelumnya serta kreditor Mandala.
(wep/hen)











































