Pendiri Saratoga, Sandiaga Uno mengungkapkan penawaran tertulis dari tiga sekuritas BUMN untuk tawaran pembelian saham Garuda sudah diterima oleh pihaknya, kini sedang dikaji oleh perseroan.
"Penawaran tertulisnya sudah masuk. Namun kini sedang masuk pada blackout period, nggak bisa ngomong banyak," kata Sandi di sela-sela acara penerbangan kembali Mandala Airlines Soekarno Hatta-Polonia di Hotel Aston, Medan, Kamis (5/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia tidak berani mengungkapkan penawaran saham Garuda versi Saratoga. Termasuk menanggapi pertanyaan apakah berani beli saham Garuda Rp 700 per lembar? Ia masih saja bungkam.
Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku telah menawarkan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang dimiliki tiga BUMN Sekuritas kepada lima pengusaha nasional melalui pesan singkat.
Tugasnya sebagai salesman Garuda pun direspon tiga pengusaha, Sandiaga Uno, Rachamt Gobel, dan Chairul Tanjung. Namun seiring aksinya itu, saham Garuda mengalami tren kenaikan. Hingga posisi perdagangan Kamis ini, Garuda nyaman di level Rp 600 per lembar.
Saham GIAA sempat berada pada jurang terdalam pada 28 November 2011, yakni Rp 400 per lembar. Nyaris saham perseroan belum pernah menyentuh harga IPO-nya di Februari 2011 Rp 750 per lembar.
Karena harga Garuda sudah membaik, Dahlan pun pensiun sebagai salesman. Tinggal bagaimana penawaran dari masing-masing investor kepada tiga BUMN sekuritas tersebut.
"Tugas saya sudah selesai dalam memasarkan saham Garuda," ucap Dahlan kemarin di gedung BEI. Penawaran saham GIAA pun difasilitasi oleh Morgan Stanley sebagai advisor.
Saratoga diketahui sedang serius dalam investasi di industri penerbangan. Lewat duet bersama Tiger Airways, Saratoga berhasil mengambilalih kepemilikan saham Mandala. Empat rute penerbangan telah disiapkan. Jakarta-Medan untuk penerbangan domestik, sisanya Jakarta-Bangkok, Jakarta-Singapura dan Jakarta-Kuala Lumpur.
(wep/hen)










































