Anggaran bantuan langsung tunai (BLT) yang saat ini bernama bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) Rp 17 triliun tak jelas nasibnya, karena harga BBM subsidi batal naik.
Menko Kesra Agung Laksono menyatakan, dana BLSM yang sudah disetujui DPR dalam APBN Perubahan 2012 tersebut tetap dialokasikan meskipun kenaikan harga BBM batal naik.
"Dana tetap ada karena sudah diputuskan. Kalau mau diganti angkanya harus ke DPR lagi. Nilainya Rp 17 triliun dan direncanakan dibagikan kepada 18,5 juta rumah tangga senilai Rp 150 ribu per kepala keluarga per bulan selama 6 bulan," tutur Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung pun belum bisa memastikan apakah dana BLSM ini akan dikucurkan tahun ini atau tidak karena harga BBM belum bisa dipastikan apakah akan naik.
Dana BLSM ini, ujar Agung, tidak bisa dialihkan begitu saja ke sektor infrastruktur karena harus dengan persetujuan DPR. "Karena kan belum tahu. Terlalu dini kalau mengambil sikap dibatalkan. Karena kan belum ada dua minggu," tukasnya.
(dnl/dru)










































