Ini terlihat dari semakin banyaknya mobil yang melintas di jalan raya. Pada sisi lain, jumlah penambahan jalan tol tidak secepat pertumbuhan permintaannya.
Hal ini disampaikan Direktur Operasional Citra Marga, Hudaya Arryanto kepada detikFinance, Selasa (10/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hudaya menambahkan, pengendara seakan tidak memiliki pilihan. Jalan non tol sudah macet, hingga mereka memutuskan masuk jalan tol. "Dibawahnya (jalan non tol) sangat padat. Jadi yang masuk (tol) tinggi. Tapi kapasitas kita terbatas, ruas terbatas karena lahan sempit," paparnya.
Sebagai operator swasta, CMNP mengaku sulit mengembangkan ruas tol yang telah beroperasi. Ruas tol dalam kota perseroan mengadopsi format jalan layang (Jakarta Elevated Toll).
"Meski terbatas kita tidak berdiam diri. Kita sudah full operasi. Pintu tol kami juga sudah di atas sungai dengan adanya jembatan. Kalau mau tambah, buat jembatan lagi. Dan tidak sesederhana itu. Harus bicara PU (Kementerian Pekerjaan Umum)," tuturnya.
Sebelumnya, Dahlan Iskan menggratiskan pintu tol Ancol Barat karena terjadi antrean yang luar panjang. Sayangnya, Dahlan tidak tahu bahwa tol tersebut bukan milik Jasa Marga.
Tol tersebut bukanlah milik negara atau BUMN, melainkan milik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). Perusahaan jalan tol yang 70% sahamnya beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan Informasi yang dihimpun detikFinance, Jasa Marga punya saham di CMNP, namun jumlahnya tidak signifikan, hanya sekitar 4%. Bahkan, Jasa Marga sudah berniat untuk menjual saham tersebut.
(wep/dru)










































