"Sambung dulu Sumatera dengan Jawa. Pokoknya diperkuat dulu NKRI, baru kita mikir untuk menyambung Sumatera ke Malaysia. Kalau dibangun dulu yang ke Malaka, nanti Sumateranya tertarik ke atas (Malaysia). Karena Sumatera itukan lebih dekat ke Malaysia dibanding ke Jawa," kata Hatta usai menghadiri workshop 'Industri Hilir Kelapa Sawit' di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (10/4/2012).
Menurut Hatta, dengan dibangunnya Jembatan Selat Sunda, dengan sendirinya akan dibangun kawasan industri terpadu. Setidaknya di Banten akan disediakan lahan seluas 20 ribu hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah pusat juga fokus untuk memperkuat infrastruktur di Sumatera. Selain akan dibangunnya Jembatan Selat Sunda, pemerintah akan segera merealisasikan pembangunan jalan tol. Jalan ini akan dibangun dari Lampung sampai ke Aceh.
"Di Kementerian PU sedang disiapkan rute jalan high way tersebut. Setiap pemerintah provinsi yang dilewati high way tersebut diminta untuk ikut bertanggung jawab melakukan pembebasan lahan. Dananya pembebasannya pasti kita siapkan," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Gubernur Riau, Rusli Zainal sudah lama mendambakan dibangunnya Jembatan Selat Malaka. Rusli malah sempat membawa sejumlah wartawan nasional pergi ke Malaka untuk diajak melihat bagaimana persiapan Malaysia yang getol ingin membangun jembatan tersebut.
Pihak Malaysia dalam hal ini, telah mempersiapkan dana sekitar US$ 12,75 miliar. Jembatan tersebut akan memiliki usia 120 tahun. Selama 100 tahun, pengelolaan jembatan ditangani Malaysia karena selaku penyandang dana. Sisa 20 tahun, di saat jembatan mulai rapuh ditelan usia, baru diberikan ke Indonesia.
Hitungan Malaysia, diperkirakan selama 50 tahun, modal pembangunan Jembatan Selat Malaka sudah kembali. Karena setiap kendaraan sekaligus penumpangnya yang melintas di jembatan tersebut harus membayar.
(cha/dnl)











































