DPR membatalkan kenaikan harga BBM subsidi menjadi Rp 6.000/liter yang harusnya dilakukan 1 April 2012. Pemerintah mengaku punya strategi untuk mengamankan agar anggaran tak 'jebol' untuk talangi subsidi.
"Kondisi fiskal beberapa bulan ke depan aman. Kita juga sudah punya strategi menjaga sampai akhir tahun kalaupun tidak ada satu kebijakan yang dilakukan. Tapi itu rahasia dapur, yang paling penting adalah realokasi belanja," tutur Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, Jumat (13/4/2012).
Namun yang penting, pemerintah menyatakan akan menyisir anggaran-anggaran tak mendesak untuk menjaga bila anggaran subsidi BBM Rp 137 triliun tahun ini terlampaui. "Artinya kita mengetatkan belanja," imbuh Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengatakan, Kemenkeu tidak ingin target konsumsi BBM subsidi 40 juta kiloliter (KL) terlampaui yang berarti pemerintah harus menombok lagi untuk subsidi. "Jadi kita harus berupaya agar ancaman (subsidi over kuota) itu tidak terbukti," tutup Bambang. (dnl/dru)











































