"Bagaimana harga buah lokal di Carrefour bu, kualitasnya bagus," tanya Suswono pada pengunjung Carrefour cabang Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (13/4/2012).
Suswono mengakui, keberadaan pasar moderen saat ini tidak hanya mengangkat kelas produk petani lokal, namun juga meningkatkan kualitas dan keamanan pangan sehingga menjadi jalan masuk produk-produk lokal ke pasar internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuknya produk pertanian lokal di pasar tradisional juga selain menjadi pintu masuk ke pasar internasional dengan memanfaatkan jaringan Carrefour, juga meningkatkan daya tawar petani sendiri.
"Selama ini daya tawar petani sangat rendah, saat panen petani tidak dapat menahan hasil panennya lebih lama karena membutuhkan uang cepat sementara saat panen banyak harganya jatuh," ujar Suswono.
Dengan adanya sistem yang diterapkan Carrefour, hasil panen petani di beli langsung para Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) tunai dan selanjutnya Gapoktan inilah yang melanjutkannya ke Carrefour.
"Cara ini memotong tata niaga pertanian yang selama ini panjang sekali, dengan sistem ini petani mempunyai posisi tawar yang jauh lebih baik," ujarnya.
Apalagi walau di 84 cabang Carrefour di seluruh Indonesia, porsi buah impor masih lebih banyak.
"Tapi angkanya jauh lebih baik, saat ini memang baru 40% buah lokal di tiap cabang Carrefour, tapi persentasenya terus naik tiap tahun, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi, buah lokal jauh lebih banyak dibandingkan impor. Dan dirinya meminta agar supermarket dan hypermarket lainnya mengikuti langkah yang dilakukan Carrefour ini," tandasnya.
(rrd/hen)










































