Negara bagian Federasi Rusia ini memiliki potensi saling komplementer dengan Indonesia. Tatarstan bisa menjadi pintu gerbang produk Indonesia ke Rusia Tengah dan Timur, sebaliknya Indonesia untuk pasar ASEAN.
Demikian mengemuka dalam pertemuan Dubes RI untuk Republik Federasi Rusia Djauhari Oratmangun dengan Presiden Tatarstan Rustam Minnikhanov di ibukota negara itu, Kazan, salah satu kota terbesar dan termakmur di Federasi Rusia (12/4/2012).
Memanfaatkan kunjungan, Dubes juga sempat bertemu dengan Menteri Ekonomi, Menteri Perdagangan dan Industri, Kadin, Mufti setempat serta memberikan kuliah di Universitas Negeri Kazan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Presiden menyampaikan rencana kunjungan ke Indonesia pada akhir September tahun ini untuk bertemu dengan pihak-pihak terkait sektor ekonomi, perdagangan, industri dan pariwisata di Indonesia.
Dikatakan, Tatarstan dikenal sebagai salah satu produsen migas di Rusia dan memiliki industri tangguh di bidang petrokima. Bahkan, sebagai salah satu negara bagian berpenduduk mayoritas Muslim, Republik Tatarstan juga memiliki industri produk halal terbesar di Rusia dan menjadi pintu masuk bagi produk-produk halal negara lain ke Rusia.
Selain itu, Kazan juga akan menjadi tuan rumah beberapa kegiatan internasional seperti pertemuan menteri-menteri perdagangan, pertanian dan para pelaku bisnis dalam kerangka APEC pada bulan Mei-Juni 2012 dan Universiade 2013, dimana seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk kegiatan- kegiatan tersebut saat ini tengah dipersiapkan.
"Selain helikopter, kami juga mengekspor heavy duty truck (dump truck), produk karet, metal dan produk-produk plastik ke Indonesia. Kami siap menjadi hub produk halal Indonesia, ujar Minnikhanov melalui Counselor Pensosbud M. Aji Surya kepada detikfinance.
Dalam kesempatan itu, Dubes menyampaikan bahwa Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian RI akan berkunjung pada kegiatan APEC di Kazan, Mei 2012. Diperkirakan, sejumlah pengusaha Indonesia akan ikutserta dan menindaklanjuti kerjasama perdagangan di berbagai bidang dengan Republik Tatarstan.
Dubes juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini termasuk salah satu negara dengan tingkat perekonomian sangat baik dengan masyakarat kelas menengah sangat kuat baik secara politik maupun ekonomi.
Pada saat sama, Indonesia juga dapat menjadi gerbang masuk ke ASEAN bagi produk-produk industri Republik Tatarstan. Bahkan saat diluncurkan ASEAN Community terbentuk tahun 2015 mendatang, ASEAN akan menerapkan zero tariff di seluruh wilayah.
Dengan demikian Indonesia juga siap menjadi hub bagi produk Tatarstan ke ASEAN. Kami sambut baik rencana joint production dan perakitan truk Kamas asal Tatarstan di Indonesia, ujar Dubes sebagaimana diungkapkan Lailal K. Khairiyah yang mengikuti pertemuan.
Di akhir kunjungan, Dubes Djauhari Oratmangun mengadakan pertemuan dengan Dewan Mufti Tatarstan guna membicarakan potensi pengembangan kerjasama bidang keagamaan. Secara khusus Dewan Mufti Tatarstan menyampaikan keinginan untuk mendapatkan pelatihan mengenai manajemen waqaf dari para pakar Indonesia.
Republik Tatarstan merupakan salah satu dari 83 subyek federal di Rusia, yang memiliki konstitusi sendiri. Dalam menjalankan tugasnya Presiden dibantu oleh sejumlah menteri. Ibukota Kazan merupakan kota terbesar ketiga di seluruh Federasi Rusia, dengan penduduk 3,8 juta jiwa yang mayoritas beragama Islam. (es/es)











































