DKI Jangan Terus Bangun Mal, Tapi Perbanyak 'Pasar Kaget'

DKI Jangan Terus Bangun Mal, Tapi Perbanyak 'Pasar Kaget'

- detikFinance
Minggu, 15 Apr 2012 16:02 WIB
DKI Jangan Terus Bangun Mal, Tapi Perbanyak Pasar Kaget
Jakarta - Pengamat ekonomi Didik J Rachbini menilai pembangunan mal dan bangunan lain di Jakarta telah mencapai titik jenuh. Pasalnya, pembangunan tersebut mengorbankan banyak ruang terbuka hijau yang sebetulnya bisa digunakan untuk kegiatan lain.

"Jadi tahun 70-an, ruang terbuka di DKI, separuh dari tanahnya, sekarang tinggal 9 persen, jadi tidak boleh makin lama makin sedikit, harus tambah banyak ruang terbuka hijau. Jadi mal itu sudah cukup banyak," tegas Didik saat ditemui di Kampus STEKPI, Jakarta, Minggu (15/4/2012).

Menurut Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, ruang terbuka hijau ini bisa digunakan untuk banyak hal guna meningkatkan perekonomian serta mengurangi pengangguran. Caranya dengan menjadikan lokasi tersebut untuk pasar kaget yang dibuka setiap akhir pekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar kaget harus dibikin di banyak tempat, Sabtu-Minggu. Walikota dan camat diminta untuk melakukan kegiatan berdagang secara rutin. Aparat keseluruhannya harus bantu. kalau perlu, ini kan tidak ada air, bantu untuk saluran air. Tapi harus bersih. Kemudian di Monas bisa menjadi tempat selain untuk olahraga, pada Sabtu-Minggu untuk jualan, seperti di Singapura, kuliner itu luar biasa, ada di tempat parkir-parkir pada Sabtu-Minggu," paparnya.

Namun tidak hanya menyediakan tempat, Didik menyatakan perlunya program pendanaan dan pelatihan guna mengambangkan sektor informal tersebut.

"Bikin kredit bank DKI, dengan dmikian kita akan mendapatkan orang yang bekerja di Jakarta. Kemudian, program pelatihan kewirausahaan akan dilakukan," tandasnya.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads