"Jadi tahun 70-an, ruang terbuka di DKI, separuh dari tanahnya, sekarang tinggal 9 persen, jadi tidak boleh makin lama makin sedikit, harus tambah banyak ruang terbuka hijau. Jadi mal itu sudah cukup banyak," tegas Didik saat ditemui di Kampus STEKPI, Jakarta, Minggu (15/4/2012).
Menurut Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, ruang terbuka hijau ini bisa digunakan untuk banyak hal guna meningkatkan perekonomian serta mengurangi pengangguran. Caranya dengan menjadikan lokasi tersebut untuk pasar kaget yang dibuka setiap akhir pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tidak hanya menyediakan tempat, Didik menyatakan perlunya program pendanaan dan pelatihan guna mengambangkan sektor informal tersebut.
"Bikin kredit bank DKI, dengan dmikian kita akan mendapatkan orang yang bekerja di Jakarta. Kemudian, program pelatihan kewirausahaan akan dilakukan," tandasnya.
(nia/dru)











































