Anggaran Infrastruktur RI Masih Rendah

Anggaran Infrastruktur RI Masih Rendah

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 16 Apr 2012 07:58 WIB
Anggaran Infrastruktur RI Masih Rendah
Jakarta - Pengamat ekonomi Institute Development Ekonomi and Finance (INDEF) Didik J Rachbini akui saat ini belanja modal untuk infrastruktur di Indonesia masih sangat rendah di bawah 5 persen dari GDP.

"Itu mestinya dialokasikan 5 persen-7 persen, tapi kita kan kurang," ujarnya di Jakarta, Minggu (15/4/2012) malam.

Menurut Didik, jumlah tersebut perlu ditambah mengingat dengan perkembangan infrastruktur maka dapat meningkatkan perekonomian bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, belanja modal itu dari waktu ke waktu harus ditambah karena kita memerlukan infrastruktur yang menjadi sarana untuk bisnis usaha. Kalau belanja modalnya banyak kan infrastruktur banyak, banyak orang yang dagang, komunikasi, transportasi itu lebih banyak," ujarnya.

Caranya, lanjut Didik, dengan efisiensi anggaran untuk belanja yang bukan prioritas. Bahkan perlunya pengurangan anggaran untuk gedung-gedung pemerintahan.

"Jadi, gedung-gedung departemen tidak boleh gede-gede. Gedung-gedung Gubernur kayak di Gorontalo itu seperti Istana Hassanal Bolkiah (Sultan Brunei Darussalam), gedung-gedung terlalu besar, harusnya jadi jalan, jembatan, itu lebih bagus. kan gedung-gedung kementerian juga terlalu mewah. Saya datang ke gedung kementerian di luar negeri, biasa saja," jelasnya.

Didik menyebutkan dengan pengetatan anggaran tersebut maka sekitar Rp 80 triliun dapat dihemat yang kemudian dapat dialokasikan untuk belanja infrastruktur.

"Kalau belanja barang untuk kantor-kantor dipotong separuh, kita dapat 80 triliun," tandasnya.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads