Alat E-Toll Pass Tertahan di Bea Cukai, Dahlan: Aduh...aduh

Alat E-Toll Pass Tertahan di Bea Cukai, Dahlan: Aduh...aduh

- detikFinance
Senin, 16 Apr 2012 13:28 WIB
Alat E-Toll Pass Tertahan di Bea Cukai, Dahlan: Aduh...aduh
Jakarta - Rencana pemasangan gerbang tol otomatis dengan sistem sinyal (e-Toll pas) terpaksa tertunda. Karena 50 alat e-Toll Pass yang sudah dipesan Bank Mandiri, selaku pengelola e-Toll, tertahan di Bea Cukai.

"Saya mohon maaf, E-Toll Pass belum terpasang. Harapkan kami akhir bulan ini sudah bisa. Sekarang masih tertahan di Bea Cukai. Mudah-mudahan keluar dari sana minggu ini," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman di gerbang tol Cililitan, Jakarta, Senin (16/4/2012).

Adit menambahkan, tertahannya izin keluar barang e-Toll Pass terkait pancaran sinyal yang dikeluarkan alat tersebut. Bea Cukai masih melakukan penelaahan lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri BUMN, Dahlan Iskan pun heran dengan lambatnya izin keluar barang di Bea Cukai. "E-Toll Pass masih ditahan di pelabuhan Bea Cukai. Kenapa sulit ya?," tuturnya.

"Karena dianggap ada sinyal, ini ada urusannya dengan Menteri Kominfo (Komunikasi dan Informasi). Aduh...aduh," sesalnya.

Padahal dengan teknologi e-Toll Pass, lalu lintas jalan tol di Indonesia akan lebih modern. "Ini supaya kelihatannya moderen. Masak harus keluar uang, atau tempel kartu. Kita ingin harga diri seperti orang Singapura atau Amerika Serikat," tegas Dahlan.

Sebelumnya, perseroan memang berencana memasang GTO e-Toll Pass. Hingga kini, 30 GTO telah terpasang di seluruh gerbang milik perseroan. Alat ini merupakan pengembangan tahap I saat ini yang mekanismenya adalah pengendara harus menempelkan kartu di alat yang telah terpasang.

"Jadi harus ada 'ongkos' lebih dari pengendara, yaitu buka kaca. Kalau dengan 50 GTO dengan e-toll pass bisa langsung karena ada alat OBU (on board unit) yang terpasang di mobil," tutur Adit waktu itu. Pengembangan e-Toll pass baru saja dimulai. Teknologi ini baru terpasang pada empat titik yakni, GT Cililitan, GT Cengkareng, GT Halim, dan terakhir GT Kapuk.

Dengan e-Toll pass diharapkan transaksi terjalan otomatis dan cepat. Target transaksi satu kendaraan hanya 2,3 detik. Sedangkan GTO dengan sistem 'tempel dan buka kaca' butuh waktu lebih lama hingga 5 detik.

Pengembangan e-toll pass baru saja dimulai. Teknologi ini baru terpasang pada empat titik yakni, GT Cililitan, GT Cengkareng, GT Halim dan terakhir GT Kapuk.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads